sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 18 Sep 2019 16:59 WIB

Buntut Kericuhan di Kudus, Polisi Panggil Suporter Persiku dan Persijap

Akrom Hazami - detikSport
Pihak kepolisian pun memangil pentolan suporter Persiku Kudus dan Persijap Jepara. (Foto: Akrom Hazami/detikcom) Pihak kepolisian pun memangil pentolan suporter Persiku Kudus dan Persijap Jepara. (Foto: Akrom Hazami/detikcom)
Kudus - Turnamen Piala Soeratin di Kudus, Jawa Tengah, diwarnai kericuhan. Pihak kepolisian pun memanggil pentolan suporter Persiku Kudus dan Persijap Jepara.

Duel Persiku dan Persijap turnamen U-17 itu berlangsung di stadion Wergu Wetan, Selasa (17/9/2019). Pertandingan itu dihentikan pada menit ke-41 karena penonton masuk ke lapangan.

Kerusuhan lanjut ke luar stadion. Bahkan sampai ada pengrusakan sepeda motor yang dilakukan oleh beberapa oknum suporter.

Pihak Polres Kudus mengumpulkan tim dan kelompok suporter yang terkait karena kerusuhan ini. Pertemuan di Mapolres Kudus itu dihadiri Kapolres Kudus AKBP Saptono, Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman, Manajemen Persiku U-17 Sukma Onny, Ketua Panpel Persiku U-17 Mustain, Ketua Harian Suporter Macan Muria (SMM) Bahrul.

Selain itu, juga hadir manajemen Persijap U-17 Nur Azis, Ketua Suporter Banaspati Sa'adi, Ketua Suporter Jatman Subandi, dan perwakilan suporter Curva Nord Syindicate (CNS) Nadif.

Arif Budiman menyebutkan bahwa ada empat poin kesepakatan dalam pertemuan itu.




"Poin pertama, masing-masing pihak mengintrospeksi dan menyesal atas kejadian yang dimaksud dan sepakat membangun kebersamaan," sebut Arif kepada pewarta.

"Kedua, masing-masing pihak untuk memiliki komitmen dan semangat yang sama dalam upaya membangun kerukunan antarsuporter, persatuan dan kesatuan serta kondusivitas kamtibmas wilayah Kabupaten Jepara dan Kabupaten Kudus," sebutnya.

Sementara di poin ketiga, menyangkut pada nilai kerugian yang harus ditanggung bersama oleh masing-masing manajemen tim sebagai bentuk tanggung jawab dan sikap ksatria. Ini juga mampu meredam emosi di masyarakat.

"Poin ketiga, masing-masing pihak bertanggungjawab atas kerugian akibat kejadian yang terjadi apda pertandingan antara Persiku junior dan Persjiap junior, dan juga masyarakat yang terdampak," terangnya.

"Poin keempat, dalam pertandingan selanjutnya akan mentaati aturan dari PSSI dan Statuta PSSI serta tetap menjalin komunikasi yang intensif dengan melibatkan para pemangku kepentingan, manajemen, suporter dan pihak keamanan," sebutnya.

Sementara itu, Saptono meminta pelibatan suporter oleh panpel menjelang digelarnya pertandingan.




"Ke depan setiap pertandingan diharapkan perwakilan suporter harus diajak dalam tehnical meeting (TM)," kata dia.

Manajemen Persiku Jr Sukma Onny menyambut baik kesepakatan itu. Sebab permasalahan kericuhan saat pertandingan berbuntut buruk di masyarakat umum.

"Masalah ini sudah seharusnya diselesaikan. Kita tidak ingin lagi ke depan ada masalah seperti ini lagi," ujarnya.

Nur Azis manajemen Persijap U-17 juga menyatakan, pihaknya amat menunggu momen duduk bersama antara tim Persiku dan Persijap.

"Kami menunggu kesempatan ini sejak lama. Akhirnya ada kesempatan ini. Duduk bersama, menyelesaikan masalah. Agar tidak lagi ada kejadian," ujarnya saat pembahasan.




Simak Video "Laga Persiku Kudus Vs Persijap Dihentikan Gegara Suporter Ricuh"
[Gambas:Video 20detik]
(cas/rin)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com