sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Minggu, 20 Okt 2019 21:00 WIB

Jaga Asa ke 8 Besar Liga 2, PSIM Diminta Tak Terpengaruh Permainan Persis

Pradito Rida Pertana - detikSport
Liestiadi, pelatih PSIM Yogyakarta (tengah) (Pradito Rida Pertana/detikSport) Liestiadi, pelatih PSIM Yogyakarta (tengah) (Pradito Rida Pertana/detikSport)
Yogyakarta - PSIM Yogyakarta melawan Persis Solo dalam laga krusial penentu tiket babak delapan besar Liga 2 2019. Pelatih PSIM, Liestiadi, meminta pemainnya tak terpengaruh gaya bermain lawan.

PSIM menjamu Persis pada Senin (21/10/2019) di Stadion Mandala Krida. Derby Mataram itu diyakini bakal sengit karena menjadi salah satu penentu untuk lolos ke babak delapan besar Liga 2.

Liestiadi mengatakan ia menginstruksikan kepada anak asuhnya untuk tampil maksimal pada pertandingan besok. Ia berharap pertandingan berjalan dengan menarik dan tentunya bisa memetik kemenangan di laga terakhir Liga 2.


"Yang jelas kami akan bermain dengan hati, dengan hati kita untuk memuaskan suporter yang datang ke Stadion (Mandala Krida). Mudah-mudahan besok bisa memenangkan pertandingan, dan kalau memang rezeki kita dari Allah, kita bisa lolos 8 besar," ujarnya saat jumpa pers di Hotel UNY, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Minggu (20/10/2019).

"Karena kami sudah mempunyai gaya bermain sendiri, bagaimana gaya kami melawan Tuban (Persatu Tuban) dipertahankan, kalau ada kekurangan kita perbaiki. Jadi, kami tidak usah lihat cara bermain Solo (Persis Solo), Solo yang harus mewaspadai kita, dan secara taktik dan strategi anak-anak sudah siap tempur," ujar Liestiadi.

Tapi, PSIM tak bisa tampil penuh. Sebanyak tiga pemain absen dalam Derby Mataram itu, yakni Julius Bate, Agung Pribadi yang masih terkena cedera dan Hendra Wijaya harus menjalani hukuman akumulasi kartu.

Liestiadi pun meminta agar anak asuhnya bsia mengisi lubang yang ditinggalkan pemain itu. Apalagi, laga dengan Persis diyakini berlangsung sengit.

"(Persis) Solo menekankan kekuatan fisik, jadi kemungkinan laga besok berjalan alot karena Solo juga punya asa untuk lolos delapan besar, sama dengan kita. Jadi, siapapun pemenang besok lolos ke 8 besar itu ada, dengan catatan Martapura kalah dari Biak," ujarnya

"Nah, karena Solo punya harapan lolos 8 besar mereka pasti akan berjuang habis-habisan. Tapi sebagai tim tuan rumah kita harus mempertahankan marwah kita, harga diri kita, bahwa ini adalah bumi Yogyakarta. Jadi ini di kandang kita, tidak mungkin tim lawan bisa mencuri poin dari kita, jadi kita harus memenangkan pertandingan," sambung Liestiadi.

Karena itu, Liestiadi mengharapkan dukungan penuh dari para supporter saat laga besok. Menurutnya, dukungan suporter sangat diperlukan PSIM Yogyakarta untuk menggilas Persis Solo.

"Seperti biasa, untuk supporter dukunglah tim ini dengan sepenuh hati, dan hal itu sudah tidak diragukan lagi untuk para supporter. Kemudian tetap berdoa dan jaga sportifitas agar kita bisa menang dengan elegan di pertandingan besok," katanya.

Sementara itu, pemain PSIM Yogyakarta, Ivan Febrianto mengatakan, bahwa ia dan rekan-rekannya akan berjuang semaksimal mungkin dalam derby Mataram besok. Semua itu untuk menjaga asa PSIM Yogyakarta lolos ke babak 8 besar Liga 2 Indonesia.

"Kita semua sudah sepakat untuk menjaga asa lolos ke 8 besar, jadi mau tidak mau besok kita harus menang," kata Ivan.



Simak Video "Bupati Tegal Diteror, Mobil Dinasnya Dibakar Pria Misterius"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com