sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 22 Okt 2019 22:41 WIB

Ricuh Lawan Persis Solo, PSIM dan Achmad Hisyam Tolle Minta Maaf

Adhi Prasetya - detikSport
Foto: - Foto: -
Yogyakarta -

Pemain PSIM Yogyakarta, Achmad Hisyam Tolle, melakukan aksi kekerasan di laga melawan Persis Solo. Kini, Hisyam Tolle dan PSIM pun meminta maaf lewat media sosial.

Terjadi kerusuhan dalam pekan terakhir Liga 2 2019 fase grup Wilayah Timur antara PSIM vs Persis. Laga yang berlangsung di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Senin (21/10) itu dimenangi oleh tim tamu dengan skor 3-2.

Kerusuhan ini terjadi pada menit-menit akhir jelang peluit panjang dibunyikan wasit. Peristiwa bermula dari tindakan pemain Persis, M Shulton Fajar, yang diduga mengulur-ulur waktu ketika hendak memberikan bola kepada pemain PSIM.

Hal itu memicu emosi Hisyam Tolle, yang berlari dengan telanjang dada dari lorong pemain dan melepaskan tendangan kungfu ke Shulton. Padahal Hisyam Tolle dalam posisi sudah diganjar kartu merah.

Sehari setelah kejadian, tepatnya pada Selasa (22/10/2019) malam WIB, Hisyam Tolle pun mengunggah pernyataan maafnya lewat akun Instagram, @achmadhisyamtolle.44. Dalam statusnya di Instastory, ia juga menyebut akun Persis Solo, PSIM Yogyakarta, Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI), dan juga PSSI.

"Saya pribadi mau menyampaikan perihal tentang kejadian kemarin pada saat pertandingan PSIM v Persis," tulis Tolle sebagai pembuka.

"Saya memohon maaf atas perilaku buruk saya sebagai pesepakbola profesional, khususnya saya meminta maaf kepada pemain Persis Solo yang bersangkutan dan juga kepada wartawan, mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran yang berharga buat saya untuk ke depannya."

"Saya pun siap menerima konsekuensi apapun itu terhadap perilaku saya, saya salah dan saya mengakui kesalahan saya, sekali lagi saya meminta maaf kepada semuanya yang kecewa dan sakit hati atas perilaku buruk saya," tutup Tolle. PSIM juga sudah mengeluarkan permintaan maaf atas insiden yang terjadi. Pihak klub merilisnya lewat akun Instagram dan Twitter resmi klub.

PSIM juga sudah mengeluarkan permintaan maaf atas insiden yang terjadi. Pihak klub merilisnya lewat akun Instagram dan Twitter resmi klub.

Berikut Sikap Resmi PSIM Yogyakarta

Terkait kejadian pada pertandingan terakhir babak penyisihan Grup Timur Liga 2 2019 antara PSIM Yogyakarta melawan Persis Solo di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Senin (21/10/2019), pihak PSIM turut menyesal dan kecewa. PSIM menyadari bahwa ada perasaan kecewa dari suporter sekalian karena musim ini tidak berakhir sesuai harapan.

Tapi bagaimana pun tidak ada tempat untuk vandalisme yang nantinya bisa merugikan klub ini. Hal yang paling instan terasa menyakitkan adalah terlukanya beberapa suporter, termasuk anak kecil, wanita, dan orang tua, setelah kekacauan terjadi karena pihak kepolisian menembakkan gas air mata.

PSIM memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan karena kekacauan kemarin baik itu suporter, media, pihak keamanan, hingga warga sekitar stadion.

Kini saatnya kita semua merenung dan sadar bahwa kejadian tersebut tentunya akan berujung merugikan klub. Dan kita semua harus bisa menerima itu sebagai evaluasi diri serta akibat dari yang kita perbuat.

Kami memang gagal mewujudkan harapan kita ke Liga 1 musim depan dan kami tidak akan mencari alasan maupun pembenaran atas kegagalan ini karena itu membuat kita tidak akan mawas diri dan sulit untuk maju ke depan. Namun yang pasti manajemen sudah berupaya serius dalam melakukannya.

Halaman
1 Tampilkan Semua

(adp/ran)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com