(lom/)
Sukses Persija Ditentukan 20 Menit Pertama
- detikSepakbola
Jakarta - Persija Jakarta berhasil membalas kekalahan atas PSMS Medan di leg kedua babak semifinal Copa Dji Sam Soe. Permainan agresif di 20 menit pertama ternyata menjadi kunci kemenangan "Macan Kemayoran".Dituntut meraih kemenangan untuk membalas kekalahn 1-2 di leg pertama dan memastikan tiket ke final, Persija memang tampil ngotot sejak peluit awal pertandingan berbunyi. Hasilnya memang efektif. Dalam kurun 13 menit pertama dua gol berhasil tercipta lewat Cabanas dan striker Roger Batoum."Di 20 menit pertama permainan kami memang sangat baik. Anak-anak mampu tampil dominan dan bermain sangat agresif. Hampir tak ada ruang gerak buat mereka (PSMS Medan)," ungkap Asisten pelatih Persija Isman Jasulmei pada wartawan usai pertandingan.Namun Jasulmei juga menyayangkan permainan Persija yang justru mengendur setelah mampu unggul dua gol. Kerjasama tim yang tadinya solid berubah menjadi aksi-aksi individu yang justru mudah diantisipasi lawan."Sayangnya setelah unggul kerjasama pemain menurun. Karena kepercayaan diri mereka naik, mereka sering melakukan aksi-aksi individu. Untungnya memasuki babak kedua kondisi itu bisa kami perbaiki," tambah Jasulmei.Prestasi maju ke babak final juga menjadi catatan khusus bagi pelatih Arcan Iurie. Sebab kabar pemecatan pelatih asal Moldova itu cukuk gencar menyusul kegagalannya membawa Persija menjuarai Liga Djarum Indonesia.Sementara dari kubu PSMS kekalahan ini jelas sangat mereka sesali. Walaupun mengakui Persija tampil bagus, namun kepemimpinan wasit yang dianggap berat sebelah tetap mendapat soroton pelatih M.Chaidir."Tentu kami sangat dirugikan dengan dua kartu merah dan gol yang dianulir itu. Persija memang main bagus. Tapi saat melakukan pelanggaran mereka justru tak diganjar kartu, beda kalau kami yang melakukan pelanggaran," papar Chaidir.Kekalahan klub berjuluk Ayam Kinantan itu juga disebutkan Chaidir karena kurangnya adaptasi pemain dengan kondisi lapangan Lebak Bulus. Pasalnya dalam sesi latihan yang dilakukan sehari sebelumnya mereka berlatih di lapangan Kompleks BI di bilangan Pancoran."Pemain kami kurang beradaptasi dengan lapangan. Semalam kami tidak berlatih di sini, tapi di lapangan BI Pancoran. Padahal lapangan itu sempit dan tidak rata permukaannya," keluh Chaidir.Foto:
(lom/)
(lom/)










































