sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 12 Nov 2019 12:53 WIB

Berkaca Tragedi Haringga, Ini Pesan untuk Bobotoh Jelang Persib Vs Arema

Wisma Putra - detikSport
Foto: Wisma Putra/detikSport Foto: Wisma Putra/detikSport
Bandung - Merujuk pertemuan-pertemuan sebelumnya, Persib Bandung melawan Arema FC panas sejak dari luar stadion. Berkaca tragedi tewasnya suporter Persija Jakarta, Haringga Sirla, kepolisian meminta agar Bobotoh tak lepas kendali.

Laga Persib dan Arema selalu diwarnai tensi tinggi. Begitu pula persaingan suporter kedua klub itu.

Persib dan Arema kembali menjalani pertandingan dalam lanjutan Liga 1 2019 hari ini. laga itu dijadwalkan dilangsungkan di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa (12/11/2019). Kepolisian memastikan akan mengawal laga itu dengan 4.000 personel gabungan.


Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Trunoyudho Wisnu Adiniko, mengatakan laga big match itu hanya disaksikan pendukung Persib Bandung. Dia mengimbau pendukung Arema FC tidak datang ke stadion.

"Kita sudah koordinasi dengan manajemen Arema agar pendukungnya tidak datang ke Bandung. Ke penyelenggara pertandingan juga," katanya di Stadion Si Jalak Harupat.

Selain itu, dia mengimbau kepada pendukung Persib agar tidak melakukan sweeping. Bila ada penyusup atau menemui pendukung lawan agar diserahkan ke polisi untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

"Untuk penyusup kita bisa mengidentifikasikan dari suporter dengan identitas. Tapi, penyusup biasanya menanggalkan identitasnya maka kami kemarin sudah berkoordinasi dengan pimpinan Bobotoh Viking, Bomber, dan lainnya apabila didapati (penyusup) serahkan kepada pihak keamanan," dia menjelaskan.

Ia menyebut, jangan sampai ada yang main hakim sendiri.

"Ini misinya kemanusiaan, justru ini untuk mengamankan, diserahkan kepada kita, nantinya justru untuk menjaga ketertiban," dia menegaskan.

Trunoydho meminta pendukung Persib belajar dari tragedi Harlinga Sirla yang tewas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Dia minta agar jangan sampai terulang peristiwa serupa. Jangan sampai juga, lanjut dia, penonton Persib terprovokasi oleh ulah penonton yang tidak bertanggungjawab.

"Artinya, penyusupan, kalau dengan simbol jelas terlihat, kita bisa mencegah. Namun, dengan menanggalkan simbol dan identitas, kan bisa saja satu tuduhan atau fitnah yang diteriaki rame-rame padahal tidak, kalau pun ternyata iya serahkan kepada pihak keamanan," dia menjelaskan.

"Tidak melakukan anarkisme, penganiayaan, jangan sampai ada kerugian korban jiwa yang mencemari liga sepakbola kita," dia menegaskan.


Klasemen Liga 1 2019 bisa dilihat di sini.



Simak Video "4.000 Personel TNI-Polri Amankan Laga Persib-Arema FC"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com