Jelang Final Copa Dji Sam Soe
Awas Suporter Penyusup!
Jumat, 18 Nov 2005 06:43 WIB
Jakarta - Ikrar untuk tak melakukan tindakan kekerasan dan perusakan sudah dilontarkan Aremania dan The Jak. Tapi kekhawatiran akan masuknya suporter penyusup diakui menjadi ancaman baru yang mungkin datang.Partai final Copa Dji Sam Soe 2005 memang akan mempertemukan dua klub dengan kelompok pendukung dengan jumlah besar. Tak salah jika kedua kekhawatiran akan munculnya tindakan anarki menjadi perhatian besar kedua kubu.Untuk menghindari terulangnya peristiwa di babak final Liga Indonesia 2005 lalu, beberapa antisipasi memang sudah disiapkan. Sebagai "tamu" Aremania telah mengambil beberapa langkah pencegahan, di antaranya melakukan koordinasi dengan pihak The Jak dan kepolisian serta rencana melakukan sweeping penyusup."Sebenarnya hari ini kita punya rencana ketemu Fery (Indra Syarif, koordinator Jak Mania--Red) untuk membicarakan koordinasi suporter, tapi kemudian batal. Mungkin besok baru kita baru bertemu," ungkap Hari Pandiono wakil Aremania untuk koordinasi dengan The Jak dan pihak Polda. Secara interen Arema sudah menyiapkan beberapa langkah untuk menghindari terjadinya clash dengan The Jak."Kami sudah memberi instruksi pada pendukung untuk tidak melakukan kekerasan. Kami memberi mereka beberapa larangan diantaranya tidak boleh menyanyikan yel-yel yang bernada provokatif dan membawa spanduk serupa.""Aremania yang datang ke Jakarta akan dikawal The Jak dan pihak kepolisian baik yang datang dari tol Cikampek maupun stasiun Senen," terang Hari.Satu hal yang menjadi kekhawatiran Hari adalah adanya penyusup di Aremania. Penyusup ini disebut Hari adalah mereka yang sebenarnya bukan Aremania tapi mengaku anggota Aremania dan melakukan tindakan anarki."Kami mengkhawatirkan adanya penyusup dari Bonek. Tahu sendiri kami (Aremania) seperti juga The Jak punya catatan pertemuan yang kurang bagus dengan Bonek. Tapi kami akan mencoba mengantisipasi dengan melakukan sweeping. Mulai dari korwil (koordinator wilayah) sampai di Jakarta kami akan tetap melakukan sweeping."Sweeping ini akan mencari mereka yang mengaku Aremania tapi tak punya atribut atau tak tahu korwil asalnya. Di Jakarta Sweeping akan kita lakukan bersama The Jak dan pihak kepolisian," jelas Hari. (mel/)











































