sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 10 Des 2019 14:53 WIB

Sani Rizki Fauzi, Si Pembeda yang Energik

Randy Prasatya - detikSport
Penggawa Timnas Indonesia U-22, Sani Rizki Fauzi. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Sani Rizki Fauzi bukanlah pilihan utama di skuat Timnas Indonesia U-22. Tapi saat dia main, semua jalannya laga berubah.

Indonesia berhasil melangkah ke final sepakbola SEA Games 2019. Di laga pamungkas, Garuda Muda berhadapan dengan Vietnam di Rizal Memorial Stadium, Selasa (10/12/2019) malam.

Keberhasilan Indonesia sampai final tak lepas dari delapan gol yang dicetak Osvaldo Haay dan empat gol Egy Maulana Vikri.

Selain dua nama tersebut yang punya andil besar dalam melesakkan gol, ada nama Sani Rizki Fauzi, yang juga layak mendapat apresiasi.

Gelandang 21 tahun kelahiran Sukabumi itu selalu bisa memberi perbedaan dalam permainan saat merumput. Sempat dua laga awal tak main, Sani merobek gawang Vietnam saat menjadi starter di fase grup.

Gol Sani itu memang tak membuat Indonesia menang. Garuda Muda justru kalah 1-2.

Sani main untuk kedua kalinya saat Indonesia melumat Brunei Darussalam 8-0. Dia mulai start di menit ke-75 dan langsung mencatatkan assist untuk gol Andy Setyo Nugroho di menit ke-77.


Pemain Bhayangkara FC itu kembali menjadi pembeda pada saat melawan Laos. Memulai laga di menit ke-43, Sani tampil impresif dan bikin Indonesia dihadiahi penalti pada babak kedua.

Perbedaan mencolok terjadi saat Indonesia berhadapan dengan Myanmar di semifinal. Sani, yang masuk di babak kedua, berhasil membuat Indonesia punya banyak opsi menyerang.

Pada laga itu dia tampil sangat berapi-api dan kerap berlari ke arah penonton saat Indonesia mencetak gol. Puncaknya peran Sani terlihat pada gol penutup Indonesia. Umpan tariknya ke Evan Dimas berbuah gol untuk membawa Indonesia menang 4-2 dalam laga 120 menit.

"Saya selalu sangat ingin kasih perubahan dalam permainan dan angkat semangat teman-teman, walaupun saya main babak kedua dan beberapa menit pun, saya harus maksimal. Ini bawa nama bangsa, jadi harus berjuang," kata Sani kepada detikSport.

Sani juga tak lupa selalu menghubungi orang tua sebelum bertanding. Pihak keluarga bahkan terus mengaji demi hasil manis Garuda Muda.

"Keluarga saya suruh jangan lupa berdoa. Setiap mau tanding saya juga selalu kabari keluarga dan Alhamdulillah setiap malam keluarga saya di kampung sering mengaji untuk saya dan supaya tim bisa bawa medali emas," ungkapnya.

Indonesia masih membutuhkan tenaga Sani di SEA Games satu laga lagi. Indonesia melawan Vietnam di babak final yang digelar di Rizal Memorial Stadium. Dalam laga, Selasa (10/12) malam WIB, bisa menjadi pengubah jalannya laga lagi, Sani?



Simak Video "Hadapi Final, Timnas U-22 Hari Ini Fokus Pemulihan"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com