sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 26 Des 2019 15:40 WIB

Review Liga 1

Liga 1 2019: Musim Menyeramkan Bagi Pelatih

Bayu Baskoro - detikSport
Tidak sedikit klub peserta Liga 1 2019 yang melakukan pergantian pelatih sepanjang kompetisi, termasuk Persija Jakarta. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikSport)
FOKUS BERITA Kereta Ekspres Liga 1
Jakarta - Persaingan Liga 1 2019 membuat sejumlah pelatih klub kehilangan jabatannya. Sebagian terdepak dari liga, ada pula yang justru dipercaya menangani klub lain dan menunjukkan laju sip.

Kompetisi Liga 1 2019 berakhir dengan Bali United keluar sebagai juara. Laskar Serdadu Tridatu merengkuh piala dengan koleksi 64 poin, unggul 10 angka dari runner-up Persebaya Surabaya.

Keberhasilan ini juga menjadi kesuksesan bagi pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco, merengkuh trofi liga untuk kedua kalinya secara beruntun. Musim lalu, juru taktik Brasil itu membawa Persija Jakarta juara Liga 1.

Teco pun menjadi salah satu dari sedikit pelatih di Liga 1 yang tidak tergusur dari jabatannya di klub sejak awal hingga kompetisi Liga 1 musim ini berakhir. Selain Bali United, hanya Persib Bandung, Borneo FC, Kalteng Putra, PSM Makassar, PSS Sleman, dan Arema FC yang tidak mengganti pelatihnya sepanjang putaran kompetisi.


Sementara itu 11 klub peserta lainnya harus merombak juru taktik mereka di tengah kompetisi untuk mendongkrak peforma tim. Beberapa di antaranya bahkan melakukan pergantian pelatih hingga lebih dari sekali selama satu musim.

Sepanjang paruh pertama Liga 1 2019, tercatat sudah 10 pelatih yang terdepak dari jabatannya. Ivan Venkov Kolev yang pertama kali menjadi korban setelah dipecat Persija pada 3 Juni akibat gagal membawa Macan Kemayoran ke jajaran papan atas. Posisinya lalu digantikan asisten pelatih Luis Milla di Timnas Indonesia, Julio Banuelos.

Selain Persija, pada bulan yang sama ada Barito Putera, Persela Lamongan, dan Persipura Jayapura yang turut melakukan pergantian pelatih. Satu bulan berselang, giliran Semen Padang mendepak pelatih Syafrianto Rusli dan menggantinya dengan Weliansyah, serta Perseru Badak Lampung FC yang mengganti Jan Saragih dengan Milan Petrovic.

Milan Petrovic dari Arema FC ke Perseru Badak LampungMilan Petrovic dari Arema FC ke Perseru Badak Lampung (dok. Liga 1)

Pada bulan Agustus, empat pelatih mesti meletakkan jabatan di klubnya. Jafri Sastra dipecat PSIS Semarang, menyusul Djadjang Nurdjaman (Persebaya), Alfredo Vera (Bhayangkara FC), dan Dejan Antonic (Madura United).


Selama paruh kedua Liga 1, Semen Padang, Persija, dan Persebaya mengganti juru taktik mereka untuk kedua kalinya. Laskar Kabau Sirah mengganti Wiliansyah dengan Eduardo Almeira, Edson Tavarez menjadi pelatih ketiga Macan Kemayoran menggeser Banuelos, serta Aji Santoso mengisi posisi Wolfgang Pikal, yang sebelumnya berperan menggantikan Alfred Riedl yang tak pernah datang ke Indonesia, memutuskan mundur dari jabatan sebagai pelatih Persebaya.

Pelatih terakhir yang terpaksa lengser dari jabatannya adalah Rahmad Darmawan. RD diberhentikan PS Tira Persikabo pada November usai gagal membawa timnya bertahan di papan atas. TIra Persikabo tahu-tahu kehilangan konsistensi dan tak berkutik di paruh musim kedua, sangat bertolak belakang dengan laju di awal musim dengan menguasai puncak klasemen selama 13 pekan pertama.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3
FOKUS BERITA Kereta Ekspres Liga 1
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com