sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 16 Jan 2020 13:37 WIB

Slemania Kecewa Seto Nurdiantoro Didepak dari Kursi Pelatih PSS Sleman

Jauh Hari Wawan S - detikSport
Slemania menyayangkan keputusan manajemen PSS Sleman mendepak Seto Nurdiantoro. (Foto: Ristu Hanafi/detikcom) Slemania menyayangkan keputusan manajemen PSS Sleman mendepak Seto Nurdiantoro. (Foto: Ristu Hanafi/detikcom)
Sleman - Slemania kecewa berat atas keputusan manajemen PSS Sleman mendepak Seto Nurdiantoro. Mereka juga mempertanyakan kualitas Eduardo Perez.

"Kami kecewa, kecewa berat lah dengan keputusan manajemen PSS yang menggantikan Seto," ujar Presidium Slemania Asep Handi Kurniawan saat dihubungi detikcom via sambungan telepon, Kamis (16/1/2020).

Posisi Seto sudah digantikan oleh pelatih baru, Eduardo, yang dikenalkan manajemen PSS pada Rabu (15/1). Eduardo merupakan mantan asisten pelatih timnas Indonesia. Saat itu dia mendampingi Luis Mulla sebagai pelatih kepala. Selama ini, Eduardo lebih banyak berkiprah sebagai pelatih kiper.

Asep mengatakan, ada beberapa hal yang membuat Slemania kecewa. Menurutnya, Seto merupakan pelatih yang memiliki track record yang jelas. Selain itu, racikan Seto sudah terbukti berhasil mengangkat prestasi Super Elang jawa.

Bahkan, Seto diniali mampu membawa tim berjuluk Laskar Sembada itu menjadi satu-satunya tim promosi yang bertahan di Liga 1 2019. Tidak seperti dua klub promosi lain yakni Kalteng Putra dan Semen Padang yang harus kembali terdegradasi ke Liga 2.

"Seto menjadi penyelamat PSS, bisa bertahan di Liga 1. Track record-nya jelas. Selain itu, Seto kan putra asli daerah juga," kata Asep.


Lebih lanjut, Asep khawatir dengan masuknya Eduardo Perez. Sebab menurutnya selama ini, belum banyak yang mengetahui kiprah Eduardo.

"Iya dia asisten pelatih Luis Milla, tapi apa iya sudah bisa terbukti kualitasnya. Kami kecewa sekaligus khawatir dengan PSS," terangnya.

Slemania menilai sosok Seto sebagai pelatih yang jeli dalam meracik komposisi pemain. Pelatih berusia 45 tahun itu bisa membuktikannya saat di Liga 1 2019, yakni dengan materi pemain seadanya namun PSS masih mampu bersaing dan finish di peringkat 8 dari 18 kontestan Liga 1 2019.

"Dengan pemain yang mungkin dibilang seadanya, Seto tahu apa yang harus dilakukan, bagaimana meracik materi itu," ujarnya.

Dia mengaku berat untuk melepas Seto Nurdiantoro. Sebab ada faktor emosional dan personal.

"Seto, bagaimanpun sudah menjadi representasi warga Sleman, yang melatih klub kebanggaan warga Sleman. Dia putra asli daerah. Kami Slemania ingin Seto tetap bertahan," tegasnya.

Asep pun mengaku belum tahu rencana ke depan akan seperti apa. Dia mengatakan akan berdiskusi dengan suporter yang lain. "Kami akan komunikasikan ini ke teman-teman, apa langkah yang akan kami ambil ke depan," dia berujar.



Simak Video "PSS Sleman Latihan di Jakarta Seraya Cari Suasana Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(cas/raw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com