sepakbola
Jelang INA vs Thailand

Akumulasi Kartu Jadi Ganjalan

Terpopuler Jadwal Pertandingan Klasemen Liga Hasil Pertandingan Man of The Match Gila Bola Foto Video
Jelang INA vs Thailand

Akumulasi Kartu Jadi Ganjalan


- detikSepakbola

Jakarta - Babak semifinal dipastikan menjadi duel berat untuk Indonesia. Melawan Thailand, akumulasi kartu yang membekap tiga pemain jadi beban pikiran pelatih Peter Withe. Meloloskan skuad Merah Putih ke babak empat besar SEA Games XXIII, Filipina, merupakan prestasi tersendiri bagi Withe karena sejak awal timnas U-23 diramal tak punya kans besar untuk bisa lolos dari babak penyisihan. Di Grup B Indonesia harus bersaing keras menghadapi dua tim kuat, Vietnam dan Singapura, serta Myanmar dan Laos yang tidak bisa dianggap remeh. Namun keberuntungan memang berada di pihak Indonesia. Agus Indra dkk keluar sebagai runner up grup dan berhak melaju ke semifinal.Akan tetapi tantangan terbesar justru berada di babak empat besar. Sebagai runner up Grup B, Indonesia harus bertemu dengan juara Grup A, yakni Thailand, yang notabene adalah tim favorit sebagai juara SEA Games 2005.Thailand memastikan dirinya menjadi juara grup A usai menaklukkan Kamboja 1-0 di Stadion Paglaum, Bacolod City, Selasa (29/11/2005). Sementara Malaysia menjadi runner-up Grup A setelah menundukkan Filipina 4-2 di Stadion Panaad.Pada Jumat (2/12/2005) nanti, Indonesia akan berduel melawan Thailand. Namun ada ganjalan yang menghadang Withe untuk memaksimalkan pasukannya. Tiga pemain inti Indonesia, Agus Indra Kurniawan, Mahyadi Panggabean dan Ledy Utomo dipastikan absen karena terkena akumulasi kartu.Mengantisipasi hal itu manajer Muhammad Zein menjelaskan bahwa Withe saat ini tengah mempersiapkan pemain pengganti yang benar-benar bisa diandalkan. "Mudah-mudahan pemain lainnya bisa menutupi absennya mereka. Yang pasti kami akan berusaha maksimal, siapapun lawannya," tegas Zein.Di babak penyisihan, Agus dan Mahyadi menjadi pilihan pertama Withe untuk mengisi lini tengah. Withe juga selalu memilih Ledy sebagai palang pintu benteng pertahanan Indonesia. "Tunggu saja bagaimana strategi Peter untuk menutupi kekurangan itu. Kami masih mempunyai beberapa pemain tengah dan belakang yang tidak kalah hebatnya," tandas Zein.
(erk/)











Hide Ads