sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 24 Mar 2020 15:50 WIB

10 Peserta Shopee Liga 1 Gelar Virtual Meeting Bahas Antisipasi Lockdown

Muhammad Robbani - detikSport
Logo Liga 1 2020, Logo Liga 1 Klub Shopee Liga 1 2020 sudah membahas kemungkinan dari penghentian kompetisi. (Foto: detikcom/Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Sebanyak 10 klub Shopee Liga 1 2020 mengambil sikap terhadap kelangsungan kompetisi di tengah pandemi corona. Mereka menggelar pertemuan secara online.

Pertemuan itu meliputi Persib Bandung, Persija Jakarta, Persita Tangerang, Persiraja Banda Aceh, PSIS Semarang, Arema FC, Madura United, Barito Putera, PSM Makassar, dan Persebaya Surabaya.

Direktur Utama Madura United, Haruna Soemitro, membenarkan terjadinya rapat virtual bersama 9 klub peserta Shopee Liga 1 2020 lainnya. Ada empat keputusan yang mereka ambil.

Yakni besaran jumlah kontrak yang harus mereka bayarkan ke semua anggota klub jika kompetisi ditunda hingga akhir Mei. Mereka juga sepakat membatalkan kontrak andai Pemerintah Indonesia memberlakukan lockdown total.

Klub juga ingin subsidi tetap disalurkan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Dan terakhir, klub minta perlindungan dari gugatan.

Berikut empat poin yang mereka ambil hasil dari virtual meeting:

"1. Merujuk surat BNPB no. 13/2020 maka kemungkinan kompetisi bisa kick off pada pekan pertama bulan Juni, sehingga bagi klub yang sudah menandatangani kontrak bisnis dengan para pihak untuk memastikan bahwa status gaji pemain, pelatih dan official team dapat dibayar maksimal 25 % sejak bulan maret sd kick off," tulis Haruna Soemitro kepada detikSport, Selasa (24/3/2020).

"2. Apabila pemerintah menyatakan lock down total, bencana nasional; Maka secara otomatis semua kontrak bisnis dengan para pihak batal demi hukum. Sehingga klub dibebaskan dari kewajiban yang tertera dalam kontrak, termasuk dengan pemain, pelatih dan official team serta sponsor."

"3. Terhadap subsidi kepada klub seperti yang sudah ditetapkan sebelumnya agar tetap dibayarkan untuk bagian bulan Maret 2020."

"4. PSSI melalui komite legal melakukan langkah-langkah kongkrit dengan menginisiasi keputusan yang dapat melindungi para pihak khususnya klub dari tuntutan atau gugatan para pihak yang dapat merugikan khususnya klub."

Haruna mengklaim delapan klub lainnya juga setuju dengan kesepakatan ini. Mereka yang tidak termasuk adalah Persipura Jayapura, Bali United, Borneo FC, Tira Persikabo, Bhayangkara FC, PSS Sleman, Persik Kediri, dan Persela Lamongan.

"Saya rasa mereka juga sepakat. Seperti Persela, Persipura, Persik dan tim-tim lainnya setuju saja. Karena semua klub punya kebutuhan yang sama," tutur Haruna.

Sementara itu, CEO PSIS, A.S Sukawijaya alias Yoyok Sukawi juga membenarkan ucapan Haruna. Semua klub pada dasarnya sepakat.

"Sepengetahuan saya, itu meeting diinisiasi di grup manajer klub-klub Liga 1. Intinya semua setuju, tapi memang cuma 10 klub saja yang ikut virtual meeting," kata Yoyok Sukawi kepada detikSport.



Simak Video "PSS Sleman Latihan di Jakarta Seraya Cari Suasana Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(cas/luc)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com