sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 24 Mar 2020 22:20 WIB

Kompetisi Disetop: Kisah Pahit Persija Setelah Musim 1997/1998 & 2015

Muhammad Robbani - detikSport
Persija Jakarta bertanding melawan Borneo FC di SUGBK Jakarta. Macan Kemayoran menerkam Borneo FC 3-2. Persija Jakarta yang dihantui penghentian kompetisi saat mengontrak banyak pemain bintang. (Foto: detikcom/Rifkianto Nugroho)

Indonesia Super League (ISL) 2015

ISL 2015 bagaikan periode pengulangan Ligina 1997/98 bagi Persija. Saat itu kompetisi dihentikan saat Macan Kemayoran membangun tim dengan serius.

Berbagai bintang direkrut seperti Alfin Tuasalamony, Stefano Lilipaly, Yevgeni Kabayev, hingga memulangkan Bambang Pamungkas.

Berbagai pemain itu didatangkan dengan misi meraih gelar juara lagi. Prestasi terakhir yang diraih Persija saat itu adalah Liga Indonesia 2001.

Artinya sudah 14 tahun klub puasa gelar. Namun kompetisi sudah dihentikan saat baru berjalan tiga pekan.

Alasannya karena pemerintah membekukan PSSI pada 17 April 2015. FIFA pun memberi sanksi kepada PSSI imbas dari campur tangan pemerintah ke sepakbola.

Dampaknya, segala kegiatan PSSI tak diakui sehingga ISL harus berhenti meski baru berjalan beberapa pekan. Bahkan mayoritas klub baru memainkan dua laga, termasuk Persija.

Pupus sudah impian Persija menutup 14 tahun puasa gelar karena dihentikannya ISL 2015.

Imbas dari pembekuan ini Indonesia tak menggelar kompetisi selama dua tahun. Yakni baru dimulai lagi dengan digelarnya Liga 1 2017.

Sementara Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 bukan lah kompetisi resmi. Melainkan turnamen dengan format kompetisi.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com