Persiraja Nilai Pemotongan Gaji Pemain Hal Logis

Randy Prasatya - Sepakbola
Sabtu, 28 Mar 2020 22:40 WIB
Foto tim Persiraja Banda Aceh saat menghadapi Madura United pada pekan kedua Shopee Liga 1 2020 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Selasa (9/3/2020).
Persiraja Banda Aceh sambut baik keputusan PSSI. (Foto: persiraja.id)
Jakarta -

PSSI memutuskan kompetisi berstatus force majerue. Sekertaris Umum Persiraja Banda Aceh, Rahmat Djailani, menilai itu keputusan tepat.

Pandemi virus Corona membuat kompetisi sepakbola berhenti. Dampaknya membuat klub-klub tak punya pemasukan dari pertandingan.

PSSI akhirnya menyatakan status force majeur untuk Liga 1 dan Liga 2 sejak Maret sampai Juni 2020. Situasi itu membuat klub bisa melakukan perubahan kontrak dan menggaji pemain dari periode tersebut maksimal 25 persen dari nilai kontrak awal.

Persiraja menyambut baik keputusan yang sudah dibuat. Menurutnya ini sesuatu yang logis.

"Saya pikir logis karena ini kondisinya sangat darurat sekali, force majerue, jadi terhadap kontrak pemain itu harus ada keringanan. Harus berdasarkan surat atau fatwa dari PSSI," kata Rahmat

Kompetisi di Indonesia baru bisa berjalan lagi pada 1 Juli 2020 jika kondisi kondusif. Kompetisi bisa ditiadakan jika pemerintah memperpanjang status darurat yang saat ini ditetapkan sampai 29 Mei.

"Liga tidak dihentikan, artinya ditunda oke tapi jangan dihentikan," tegasnya.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/aff)