sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 03 Apr 2020 12:46 WIB

3 Benturan Maut di Liga Indonesia Selain Tragedi Eri Irianto

Lucas Aditya - detikSport
Choirul Huda, Persela 3 bentuan maut lainnya selain tragedi Eri Irianto. (Foto: dok: Liga-Indonesia.id)

2. Akli Fairuz

Persiraja Banda Aceh juga mengalami peristiwa pilu pada 16 Mei 2014. Penyerang mereka, Akli Fairuz juga meninggal karena benturan.

Dalam laga Divisi Utama antara Persiraja vs PSAP Sigli pada 10 Mei 2014, Akli diterjang oleh penjaga gawang, Agus Rohman.

Sama seperti Jumadi, Akli sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit. Enam hari mendapatkan perawatan, dia akhirnya meninggal

Agus Rohman mendapatkan hukuman berat karena benturan itu. Dia disanksi satu tahun oleh Komdis PSSI.

Dalam pengakuannya kepada AFP, Agus Rohman tak penah mempunyai intensi untuk melukai lawan.

"Dalam hidup saya, tak pernah mempunyai niat untuk menyakiti atau membunuh pemain lawan," kata Agus.

"Saya menyesali apa yang terjadi. Mengapa dia harus meninggal karena tendangan saya? Saya benar-benar meminta maaf ke Akli, keluarganya, dan semua orang," dia menambahkan.

3. Choirul Huda

Nasib nahas dialami oleh kiper Persela Lamongan, Choirul Huda. Momen itu terjadi pada laga kandang Laskar Joko Tingkir dengan Semen Padang pada 15 Oktober 2017.

Menjelang babak pertama selesai, Choirul mengalami benturan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues. Kiper kawakan itu langsung terkapar.

Choirul tak bisa melanjutkan pertandingan, dia digantikan oleh Ferdiansyah saat bertanding di Stadion Surajaya.

Setelah mendapatkan perawatan di ke RSUD Dr Soegiri Lamongan. Kondisinya terus menurun hingga akhirnya tak bisa tertolong lagi.

Choirul merupakan pemain spesial untuk Persela. Sepanjang kariernya sebagai pesepakbola dihabiskan untuk membela Persela.

[Gambas:Youtube]

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(cas/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com