sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 08 Apr 2020 22:27 WIB

Ismed Sofyan Lapang Dada Gajinya Dipotong 75 Persen

Randy Prasatya - detikSport
Ismed Sofyan Ismed Sofyan sejatinya lebih mau gajinya dipotong 50 persen saja. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikSport)
Jakarta -

Ismed Sofyan tak keberatan gaji pemain Persija Jakarta dipotong 75 persen, walaupun sejatinya dia juga lebih berharap potongan cuma sebesar 50 persen saja.

PSSI telah menyatakan status force majeure untuk Shopee Liga 1 dan Liga 2 sejak Maret hingga Juni 2020. Hal tersebut akibat dari pandemi virus Corona.

Situasi ini membuat roda kompetisi berhenti total. Klub-klub pun tak punya pendapatan seperti dari tiket pertandingan sampai sponsor.

Persija Jakarta pun mengambil sikap terkait pemotongan gaji pemain. Manajemen Macan Kemayoran ikut arahan PSSI, yakni memeberikan pemain gaji 25 persen saja dari ketentuan kontrak awal.

"Sebagian sih sudah (dibicarakan). Karena klub juga berpatokan kepada PSSI, yah. PSSI juga sudah keluarkan keputusannya dengan status seperti sekarang ini bagaimana kewajiban klub kepada pemain. Saya pikir klub yang main di Liga 1, kebanyakan mematuhi aturan PSSI," kata bek Persija, Ismed Sofyan.

"Kalau dibilang setuju nggak juga, Dibilang nggak (setuju) harus setuju. Kan ada plus minusnya. Kita berharap di tengah-tengah, jadi 50 persen. Soalnya, kita di rumah, tidak keluar rumah otomatis ibaratnya tidak ada pemasukan, yang ada hanya pengeluaran," sambungnya.

"Tapi di satu sisi klub pemasukannya juga tidak ada. Seperti tak ada penonton karena pertandingan setop. Kita harus lihat ke sana juga. Jadi yang saya bilang tadi, di satu sisi kita tak setuju, satu sisi lagi harus setuju," Ismed menegaskan.



Simak Video "Bermain Tanpa Penonton, Persija Vs Bhayangkara Imbang 2-2"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com