sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 16 Apr 2020 18:40 WIB

RB Depok Sudah Bikin Heboh, Ini Faktanya

Muhammad Robbani - detikSport
RB Depok Ini fakta mengenai Red Bull Depok. (Foto: dok.Instagram @redbulldepok)
Jakarta -

Sepakbola Indonesia dihebohkan dengan kemunculan Red Bull Depok. Berikut ini fakta mengenai jati diri klub yang ramai sejak awal April tersebut.

RB Depok mengakui bahwa mereka bukan klub bentukan Red Bull. Justru mereka kini tengah mengupayakan penggunaan nama perusahaan minuman berenergi itu.

Red Bull Indonesia sebelumnya pernah membantah bahwa mereka punya hubungan dengan RB Depok. Bisa dibilang RB Depok menggunakan nama ini atas inisiatif sendiri.

Jadi model penamaan ini sangat berbeda dengan skema bisnis Red Bull di dunia olahraga. Perusahaan asal Austria itu biasanya membangun klub sendiri, bukan oleh pihak lain sebagaimana yang sedang diupayakan RB Depok.

Satu-satunya persamaan RB Depok dengan tim-tim bentukan Red Bull lainnya adalah rencana start mereka dari divisi terendah. Hal itu pernah dilakukan RB Leipzig yang memulai musim dari NOFV-Oberliga Süd atau kasta kelima di piramida sepakbola Jerman.

RB Depok berencana ikut Liga 3 Asprov Jawa Barat. Liga 3 adalah kasta terendah di sistem piramida sepakbola Indonesia dan berlevel amatir.

"Kami punya tim di Eropa dan sedang menjajaki ke arah sana. Red Bull di Indonesia ini distributor produk. Kalau urusan sepakbola, ya ke Eropa," kata Humas RB Depok, Diddy Kurniawan.

"Ada tim kami di sana sedang komunikasi, belum clear. Kami berikan gambaran Red Bull membangun tim dari kasta bawah. Seperti Leipzig, Brasil, Ghana," ujarnya menambahkan.

Diddy tak khawatir dengan potensi tuntutan yang bakal dilayangkan Red Bull. Itu karena penggunaan nama Red Bull yang dilakukan tanpa seizin mereka.

Ia justru senang dengan banyaknya reaksi dari masyarakat Indonesia terkait rencana mereka. Baginya ini bisa menjadi keuntungan agar pihak Red Bull memberikan izin.

"Tanggapannya ternyata gegap-gempita. Polemik itu bagian dari test case pasar juga. Dan respons suporter seperti apa?" kata Diddy.

"Kalau kemudian adem-adem saja untuk apa mereka ke Indonesia. Tentunya mereka akan melihat animo, pemberitaan segala macam ternyata besar," kata dia menambahkan.



Simak Video "Penuhi Panggilan PSSI, Eks Manajer Persibara Sudah Tak Trauma"
[Gambas:Video 20detik]
(cas/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com