Ujian PSSI Hadapi Kondisi Kahar pada Usia ke-90

Mercy Raya - Sepakbola
Minggu, 19 Apr 2020 19:45 WIB
shin tae-yong mochamad iriawan pssi timnas indonesia
PSSI mempunyai tantangan berat di usia 90 tahun (DOK.PSSI)
Jakarta -

PSSI menghadapi tantangan lebih berat dan kompleks di usianya yang ke-90. Kepengurusan Mochamad Iriawan pun dituntut lebih serius menyelesaikannya.

PSSI merayakan hari jadinya, Minggu (19/4/2020). Di hari tersebut, PSSI tak bisa merayakannya seperti kebiasaan lantaran wabah virus Corona.

Tak hanya itu, persiapan PSSI menuju Piala Dunia pun ikut terhambat. Sampai kini, FIFA belum datang untuk mengecek kondisi dari 10 stadion yang akan dipilih untuk hajatan sepakbola terbesar di dunia itu karena kondisi wabah yang sudah menglobal.

"Menurut saya tantangannya berbeda-beda setiap fase. Kalau Soeratin masa pergerakan, perjuangan, menuju nasionalisme. Nah, tantangan sekarang itu fokus pada trek profesionalisme sepakbola. Cuma dalam melaksanakan itu ada tantangan tersendiri yaitu situasi force majeur wabah COVID-19," kata pemerhati olahraga Tommy Welly kepada detikSport, Minggu(19/4/2020) dalam sambungan telepon.

"Dan pastinya mempengaruhi dalam bidang garapan yang dikerjakan federasi. Pertama organisasi, kedua kompetisi, ketiga tim nasional, keempat pengembangan sepakbolanya, kelima penegakan hukum sepakbolanya. Plus Piala Dunia U-20 2021. Jadi lebih berat tantangannya," ujarnya.

Pria yang karib disapa Bung Towel ini mengatakan menjawab itu bukan tidak bisa. Akan tetapi dibutuhkan keseriusan yang lebih dari kepengurusan federasi itu sendiri.

"Nah, ini (untuk menghadapinya) butuh keseriusan, energi besar, penanganan yang saya pikir ekstra lah dibandingkan secara umumnya mengelola organisasi atau prestasi. Itu menurut saya," dia menjelaskan.

Sementara itu, soal persiapan Piala Dunia, ia meyakini sedikit demi sedikit sudah dikelola oleh PSSI. Tapi bukan berarti dampak pandemi virus corona tak akan mengubah atau membuatnya jadi ditinjau ulang.

"Kan pandemi ini mempengaruhi semua segi kehidupan, ekonomi terutama. Jadi semua perencanaan pasti tiba-tiba mendadak kena imbas dari pandemi tersebut termasuk Piala Dunia. Makanya, itu yang saya katakan tantangannya pasti lebih besar. Karena secara dasar ada lima aspek itu yang harus digarap seluruh federasi," katanya.

Andai pandemi sudah reda, maka PSSI harus langsung mengerjakan seluruh PR tersebut secara simultan. Tak bertahap seperti sebelumnya.

"Itu sudah pasti karena efek pandemi bukan sepakbola saja tapi semua bidang. Itu yang saya bilang tak mudah, banyak penyesuaian. Sekarang bicara kompetisi pasti banyak penyesuaian. Begitu pula situasi ekonomi tidak akan sama, pasti beda sebelum dan sesudah COVID-19," ujarnya.



Simak Video "Ikuti Kongres PSSI, Raffi Ahmad dan Kaesang Disambut Hangat Menpora"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/mrp)