sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 28 Apr 2020 22:47 WIB

Rapat Internal atau RUPS untuk Bahas Polemik Nepotisme PT LIB?

Muhammad Robbani - detikSport
PT Liga Indonesia Baru umumkan start Liga 2 2020 PT Liga Indonesia Baru harusnya tak ribut-ribut soal RPUS. (Foto: detikcom/Mercy Raya)
Jakarta -

Polemik nepotisme di PT Liga Indonesia Baru (LIB) disesalkan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Barat. Hal ini bisa dituntaskan lewat rapat internal atau RUPS.

Kabar ini pertama kali keluar dari mulut Rudy Kangdra selaku Direktur Bisnis PT LIB. Ia mengonfirmasi kabar Cucu Somantri menunjuk putranya, Pradana Aditya Wicaksana, menjadi General Manager (GM) PT LIB.

Cucu kemudian membantah dan bahkan memastikan putranya itu tak akan masuk jajaran petinggi PT LIB. Terkini klaim Cucu dibantah Direktur Operasional, Sujarno, yang mengaku sudah melihat Pradana Aditya berkegiatan di PT LIB.

Ketua Asprov Jawa Barat, Tommy Apriantono, menyesalkan kondisi ini. Ia menilai masalah ini bisa diselesaikan secara internal tanpa harus diumbar-umbar.

Tommy sempat mengusulkan PT LIB untuk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Namun ia sadar Asprov tak punya hak untuk meminta hal itu.

"Kenapa ribut-ribut ini keluar? Kan harusnya bisa diselesaikan internal, salah satunya lewat RUPS. Menurut Cucu dan Hanif Marjuni (Direktur Media PT LIB) dia (Pradana Aditya) belum diangkat, tapi Kangdra dan Sujarno beda lagi," kata Tommy kepada detikSport, Selasa (28/4/2020).

"RUPS bisa kapan saja, harusnya malah digelar setiap tiga bulan sekali atau kapan saja dibutuhkan. Kalau yang setahun sekali itu kan evaluasi dan membangun keuangan, bagi dividen, dll," ujarnya menjelaskan.

Hanya klub dan para pemegang saham lainnya yang bisa mengusulkan RUPS. Ia pun berharap klub bisa mendorong PT LIB untuk menggelar RUPS atau setidaknya rapat internal.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan Asprov Jawa Barat adalah mendorong Persib Bandung yang berada dalam domisilinya. Caranya, berkomunikasi dengan Umuh Muchtar yang menjabat sebagai Komisaris Persib.

"Harusnya klub semua konsen masalah ini, kalau mereka nggak dapet (dana) kan bagaimana. Kami di Asprov khawatir Liga 3 tak bisa jalan kalau Liga 1 dan Liga 2 berhenti," tutur pria lulusan Nagoya University School of Medicine.

"Saya bisa saja telp Umuh, pada dasarnya Asprov Jabar itu mau isu ini enggak kemana-mana. Saya pribadi sebetulnya tak masalah, secara statuta kan memang tak ada larangan," ucapnya.

"Beda dengan orang kerja di bank, kalau (di LIB) punya kemampuan, kenapa enggak. LIB itu perusahaan, pemiliknya adalah PSSI dan klub," kata Tommy.



Simak Video "Sepakbola Eropa Mengheningkan Cipta Untuk Diego Maradona"
[Gambas:Video 20detik]
(cas/ran)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com