sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Minggu, 03 Mei 2020 10:30 WIB

Dream Chasers Garuda Select: Merekam Mimpi Indonesia di Eropa

Yanu Arifin - detikSport
dream chasers garuda select mola tv garuda select Dream Chasers Garuda Select Season 2 di Mola TV. (Foto: Instagram @molatv.movies)
Jakarta -

Anak-anak muda yang berada dalam program Garuda Select Jilid II menimba ilmu di Eropa. Program Dream Chasers di Mola TV merekam perkembangannya dari dekat.

Program Garuda Select Jilid II digagas PSSI dan Mola TV. Guna memantau perkembangan pemain sepakbola U-18 yang dikirim ke Inggris dan Italia, serial dokumenter dibuat agar masyarakat Indonesia bisa mengikutinya.

Program tersebut bernama Dream Chasers. Sebuah serial dokumenter yang berisi perjalanan 24 pemain muda dari berbagai daerah Indonesia mengejar mimpinya, yakni berlatih di Eropa agar bisa berlaga di Olimpiade 2024 dan Piala Dunia 2030.

Dream Chasers menceritakan dengan detail bagaimana anak-anak Garuda Select Jilid II berjuang. Narasi yang dibangun memaksa penonton ikut merasakan betapa berat nan asyik menimba ilmu sepakbola di Eropa.

Sejak episode 1, Dream Chasers benar-benar menunjukkan bahwa pemain muda Indonesia benar-benar dalam kondisi di titik nol. Bukan cuma teknik sepakbola, melainkan juga budaya-budaya yang jauh dari kesehariannya.

"Mereka gak kenal roti dan mentega di roti, dan hal semacam itu di pesawat, jadi mereka akan belajar sangat banyak," kelakar Denis Wise dalam episode pembuka Dream Chasers.

Dalam 10 episode pertama, Dream Chasers menunjukkan bagaimana anak-anak Garuda Select Jilid II belajar teknik dasar bermain sepakbola. Omelan-omelan direktur teknik Denis Wise dan pelatih Des Walker, dua mantan pemain Timnas Inggris, banyak terekam, yang menunjukkan keseriusan program Garuda Select ini dilakukan.

Hal itu juga bukti bahwa betapa berharapnya kedua pelatih agar bocah-bocah Indonesia bisa berkembang.

Selain program latihan, Dream Chasers juga menyisipkan highlight uji coba anak-anak Garuda Select Jilid II. Di 10 seri pertama, semua pertandingan di Inggris diperlihatkan, yang bisa dengan detail menunjukkan di sisi mana kekurangan pemain Indonesia. Kemudian di 12 episode selanjutnya, latihan dan uji coba di Italia juga ditayangkan, termasuk ketika para pemain kembali ke Inggris.

Menang, kalah, tawa, dan murung anak-anak Garuda Select Jilid II ditonjolkan dengan baik Dream Chasers. Hal itu membuat para penonton bisa merasakan perjuangan para pemain.

[Gambas:Instagram]

Alur cerita yang naik turun juga membuat Dream Chasers menarik ditonton. Semisal bagaimana perjuangan kiper Erlangga Setyo sempat menjadi pilihan utama di bawah mistar, namun kemudian cedera hingga pulih. Yogi Rahardian, yang menggantikan Erlangga, juga masih perlu belajar banyak sehingga membuat penonton bisa terbawa secara emosi ketika menyaksikan blunder-blundernya.

Tak melulu di dalam lapangan, dokumenter Dream Chasers juga menayangkan keseruan anak-anak Garuda Select Jilid II bersenang-senang. Mulai dari menikmati pemandangan segar khas Eropa, makan malam dan menari bersama dengan semua staf pelatih, hingga bermain ke wahana hiburan, semuanya terekam dengan baik.

"Jauh lebih baik dari bulan Oktober. Waktu itu kita masih meraba-raba bagaimana bermain di Inggris, sekarang sudah terbiasa," kata Dika

Dokumenter Dream Chasers juga mengabarkan perkembangan terkini anak-anak Garuda Select Jilid II yang juga terdampak pandemi virus corona. Dari mulai membatalkan program latihan dan hanya menghabiskan hari-harinya di kamar apartemen.

Dokumentasi yang dikemas apik membuat banyak pecinta sepakbola tertarik menyaksikannya. Tak cuma dari Indonesia, penonton di luar negeri, termasuk negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia, juga asyik betul mengamati kiprah Amiruddin Bagus Kahfi dkk berlatih sepakbola di Eropa.

[Gambas:Instagram]

"Serial yang bagus. Suka menonton ini di Copa. Saya suporter Thailand, tapi juga mendukung saudara kami di Indonesia. Saya ingin melihat rival-rival kami di Asia Tenggara menjadi tim besar seperti Jepang dan Arab Saudi," tulis akun Youtube, 11viya.

"Sejujurnya, saya orang Malaysia, dan saya tidak percaya bahwa saya mendukung tim muda Indonesia. Namun, saya bangga melihat para pemain berjuang demi karier profesional mereka," tambah akun Youtube, Alif Mukhtar, dalam rilis yang diterima detikSport.

Mola TV sendiri bekerja sama dengan Copa 90 untuk menyiarkan serial dokumenter Dream Chasers Garuda Select di luar negeri. Respons positif pun bermunculan, di mana negara Belanda dan Siprus ingin menayangkannya juga.

Dream Chasers Garuda Select Season 2 layak ditonton untuk memahami perjuangan pemain muda Indonesia mengejar mimpi tampil di Piala Dunia. Program dokumenter ini bisa disaksikan di Mola TV melalui App, situs resm Mola TV, atau di TVRI. Di tengah pandemi, berlangganan Mola TV berarti ikut berdonasi penanggulangan wabah.



Simak Video "Ball Possesion Masih Jadi PR Garuda Select "
[Gambas:Video 20detik]
(yna/yna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com