Kompetisi Bola Jeda akibat Corona, Kiper Jualan Narkoba

ADVERTISEMENT

Round-up

Kompetisi Bola Jeda akibat Corona, Kiper Jualan Narkoba

Tim Detikcom - Sepakbola
Selasa, 19 Mei 2020 12:19 WIB
BNNP Jatim menangkap eks pesepakbola dan pemain Liga 2 pengedar sabu.
Pemain PS Hizbul Wathan, Choirun Nasirin, mengedarkan narkoba di saat kompetisi jeda karena virus Corona. (Foto: detikcom/Deni Prastyo Utomo)

Kekhawatiran mengenai kesulitan pemain akibat pembatasan gaji selama dua bulan itu sempat diungkapkan oleh beberapa pesepakbola. Pemain Bhayangkara FC, Ruben Sanadi, salah satunya.

"Kalau saya sebagai pemain menerima saja. Tapi, kasihan teman-teman pemain yang memiliki gaji yang tidak tinggi juga kan," kata Ruben kepada wartawan beberapa waktu lalu.

"Kasihan kalau mereka cuma mendapatkan 25 persen. Karena kan ada keluarga yang harus dihidupi. Mungkin kalau 50 persen itu baru lebih baik," ujarnya menambahkan.

Hal senada juga diungkapkan oleh pemain Persiraja Banda Aceh, Miftahul Hamdi. Bebannya akan bertambah kalau si pemain sudah berkeluarga.

"Saya pribadi kalau dapat 25 persen pasti dikit banget. Apalagi kalau sudah berkeluarga. Pemain bola hampir 90 persen pekerjaannya hanya di sepakbola. Mungkin hanya 10 persen yang punya sampingan," kata Hamdi.

Choirun saat ini sudah mendapatkan konsekuensi atas perbuatannya. Dia sudah dicoret dari PS HW, hingga tak akan mendapatkan gaji 25 persen di bulan Mei.

Nasib kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 saat ini masih belum jelas. PSSI masih menunggu hingga 29 Mei untuk membuat keputusan, menanti langkah Gugus Tugas COVID-19 dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana dalam penangan pandemi virus Corona.

Semoga segera ada kejelasan dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi, agar tak makin banyak pesepakbola yang terpuruk karena pandemi ini.


(cas/krs)

ADVERTISEMENT