sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 20 Mei 2020 06:35 WIB

Anthony Chandra, Direktur Keuangan LIB yang Pernah Terjerat Masalah Hukum

Randy Prasatya - detikSport
PT Liga Indonesia Baru umumkan start Liga 2 2020 Anthony Chandra (depan-kanan) bersama jajaran direksi PT LIB beberapa bulan lalu. (Foto: Mercy Raya/detikSport)
Jakarta -

Anthony Chandra Kartawiria adalah direktur keuangan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Dia pernah terjerat masalah hukum.

Anthony ditunjuk sebagai direktur keuangan PT LIB pada Januari 2020 dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Bali. Anthony sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan PT MNC Vision Networks (MVN), perusahaan media milik Hary Tanoesoedibjo, pada Juni 2016 sampai Februari 2020.

Sekitar empat tahun silam, tepatnya November 2016, Anthony pernah terseret masalah hukum ketika menjabat sebagai Direktur First Media. Kejaksaan Agung pada saat itu menetapkan Anthony sebagai tersangka dugaan korupsi restitusi pajak PT Mobile8 periode 2007 sampai 2009.

Anthony tidak sendirian, ada pula Direktur PT Djaja Nusantara Komunikasi (DNK), Hary Djaja, yang ditetapkan sebagai tersangka juga. Namun, keduanya saat itu tidak terima dengan penetapan tersangka oleh penyidik dan akhirnya mengajujkan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan gugatan tersebut, dengan membatalkan penetapan status tersangka Anthony Chandra Kartawiria dan Hary Djaja oleh penyidik. Hingga kini keduanya pun dapat menghirup udara dengan bebas tanpa ada proses hukum yang membelitnya.

Penyidik kemudian kembali menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik). Penerbitan sprindik ini masih bersifat umum dan belum pada penetapan tersangka. Sprindik baru itu hingga kini masih jalan di tempat.

Ketidakjelasan kasus ini pernah dipertanyakan oleh Moreno Soeprapto ke Jaksa Agung pada Januari 2019, saat menjadi anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Hari Setiyono, tak bicara banyak saat ditanya kejelasan kasus tersebut.

"Saya harus konfirmasi dulu ke Pidsus (Pidana Khusus)," kata Hari dalam pesan Whatsapp, Selasa (19/5/2020).

PSSI, selaku salah satu pemegang saham di PT LIB, tak berkomentar banyak terkait rekam jejak Anthony yang pernah tersandung hukum. Plt Sekjen PSSI sekaligus Exco PSSI, Yunus Nusi, menilai bahwa hal tersebut bukanlah ranahnya.

Di sisi lain, Haruna Soemitro, yang juga menjabat sebagai Exco PSSI, melempar hal tersebut supaya ditanyakan kepada Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Namun, Iriawan sampai saat ini tak memberikan jawaban pertanyaan terkait kasus yang pernah menyandung Anthony.

"Tanya ketum langsung saja," kata Haruna dalam pesan singkatnya.

PT LIB belum lama ini mengalami perubahan direksi setelah Cucu Somantri selaku Direktur Utama (Dirut) PT LIB, dan tiga komisaris seperti Sonhadji, Hasani Abdul Gani, dan Hakim Putratama menyatakan mundur pada Senin (18/5/2020).

Anthony masih tetap duduk sebagai direktur keuangan, meski sebelumnya menjadi salah satu orang yang mendesak digelarnya RUPS, yang bermuara dari tuduhan isu nepotisme kepada Cucu.

Selang beberapa jam diumumkan mundur sebagai komisaris PT LIB, Hasani ditanya terkait rekam jejak Anthony dari pemberitaan empat tahun yang lalu. Dia mengaku baru tahu.

"Saya baru tahu. Mudah-mudahan para pemegang saham klub bisa terinfokan," ujar Hasani lewat pesan singkatnya.



Simak Video "Yunus Nusi Ditunjuk Jadi Plt Sekjen PSSI"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/rin)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com