Persebaya Masih Juga Kecewa
Jumat, 23 Des 2005 10:31 WIB
Jakarta - Sudah diberi pengampunan dan masih diberi kesempatan berkompetisi di Divisi I, namun Persebaya masih kecewa atas pengampunandari PSSI. Tidak puas. Itulah yang dirasakan kubu 'Bajul Ijo' atas pengurangan hukuman 16 bulan dilarang tanding. Persebaya diputuskan mendapat remisi dengan tetap bisa bertanding di Divisi Satu. Dengan kata lain, Persebaya terdegradasi di musim depan yang akan bergulir pada 14 Januari nanti.Persebaya menilai keputusan tersebut sangat tidak fair dan justru bertentangan dengan aspek pembinaan yang justru menjadi landasan PSSI dalam menetapkan keputusan tersebut. Apalagi mereka mengganggap, tingkatan kelas jauh berbeda untuk Divisi I. "Saya kira untuk tim setingkat Persebaya kurang pantas untuk berkompetisi di Divisi I," ujar manajer baru Persebaya, Agus Simorangkir.Kendati begitu, Agus mengaku belum mengetahui langkah yang akan ditempuh Persebaya secara institusi menyikapi putusan Pengurus Harian PSSI atas kasus pengunduran diri mereka di babak empat besar kompetisi Divisi Utama Liga Djarum Indonesia 2005, medio Agustus lalu. "Saya harus melaporkan dulu hal ini kepada ketua umum," katanya dengan nada kecewa usai pengumuman putusan kasus Persebaya di akhir acara managers-meeting yang diselenggarakan oleh Badan Liga Indonesia (BLI).Ketua Umum Persebaya Arif Affandi juga tak ketinggalan mengungkapkan kekecewaannya. Walau demikian, Arif Affandi yang juga wakil walikota Surabaya itu menyataan akan mematuhi keputusan tersebut, dan akan memperjuangkan Persebaya kembali lolos ke Divisi Utama. "Tahun 2006 ini benar-benar tahun perjuangan untuk Persebaya," kata Arif Affandi, yang menjadi ketua umum Persebaya dengan menggantikan Bambang Dwi Hartono-walikota, yang sebelumnya telah divonis skorsing 10 tahun oleh Komdis PSSI.Sementara itu, manajer lama Persebaya, Saleh Mukadar yang dikenai hukuman skorsing dua tahun tak boleh terlibat dalam kegiatan sepakbola nasional,menyebut bahwa putusan atas kasus Persebaya dan skorsing yang dijatuhkan kepada dirinya adalah buah dari kepimpinan PSSI yang dikendalikan oleh 'penjahat'. Saleh juga menyatakan bahwa sesungguhnya keputusan akhir terhadap Persebaya seperti yang diumumkan itu bertentangan dengan saran atau pertimbangan yang diberikan oleh Tim Lima."Setahu saya Tim Lima yang diketuai oleh Ibnu Munzir itu justru merekomendasikan agar Persebaya dibebaskan secara murni, artinya tetap diperkenankan berkompetisi di Divisi Utama," tandas Saleh. (erk/)










































