Andai Shopee Liga 1 Lanjut, Bhayangkara FC Khawatirkan Kondisi Finansial

Muhammad Robbani - Sepakbola
Kamis, 11 Jun 2020 20:10 WIB
Saddil Ramdani resmi diperkenalkan sebagai pemain baru Bhayangkara FC, Sabtu (8/2/2020). Winger 21 tahun itu dikontrak selama satu tahun. Pengumunan bergabungnya Saddil dihadiri oleh Chief Operating Office (COO) Bhayangkara FC Sumardji,
COO Bhayangkara FC, Sumardji, khawatirkan kondisi keuangan timnya kalau Liga 1 2020 lanjut. (Foto: detikcom/Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

COO Bhayangkara FC, Sumardji, menilai keputusan PSSI melanjutkan kompetisi terlalu dipaksakan. Jika ambil bagian, The Guardian mengaku akan kesulitan finansial.

Sumardji juga menilai keputusan PSSI ini membuat klub kesulitan, terutama dalam hal mencari sponsor pengganti. Nilai subsidi yang naik menjadi Rp 800 juta juga dianggap tak ideal. Bhayangkara memang menolak kelanjutan Shopee Liga 1 2020 sedari awal.

"Permasalahan kami sebenarnya ada di sponsor. Kalau liga dijalankan September atau Oktober, kami mau minta dana ke sponsor sulit untuk mencairkannya karena terlalu mepet," kata Sumardji kepada wartawan.

"Jadi posisinya sekarang serba sulit. Namun, kalau memang PSSI sudah meminta liga kembali berjalan, ya kita tetap harus ada dalam bagian liga itu," ujarnya menambahkan.

Pria yang kini menjabat sebagai Kapolresta Sidoarjo itu juga mempertanyakan wacana sentralisasi kompetisi di Pulau Jawa. Padahal banyak titik-titik zona merah di Jawa yang tentu berbahaya buat keselamatan atlet.

Seandainya PSSI pada akhirnya memilih Jawa, ia punya pesan. Semua pertandingan harus digelar tanpa penonton.

"Ini sebenarnya sulit, PSSI memang perwakilan dari pemerintah. Sekarang kita lihat Jawa Timur sedang merah-merahnya," tuturnya.

"Kalau dipaksakan (di Jawa) mungkin bisa saja dan itu harus pertandingan tanpa penonton," ucapnya berpesan.



Simak Video "Intip Latihan Perdana PSM Jelang Shopee Liga 1 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(cas/mrp)