sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 15 Okt 2020 16:27 WIB

Ini Bukti PSS Sleman Serius Bina Pesepakbola Muda

Jauh Hari Wawan S - detikSport
PSS Sleman serius membina pemain muda. Raka Octa Bernanda dipanggil Timnas Indonesia U-16. PSS Sleman serius membina peman muda, Raka Octa Bernanda dipanggil Timnas U-16. (Foto: dok.PSS Sleman)
Sleman -

PSS Sleman memberi bukti keseriusan melakukan pembinaan pesepakbola muda. Ada dua pemain akademi Laskar Sembada yang dipanggil ke skuad Timnas Indonesia U-16.

Raka Octa Bernanda (penjaga gawang) dan Fahmi Alvin Setiawan (bek kanan) merupakan dua pemain binaan PSS yang dipanggil Bima Sakti untuk mejai bagian Timnas U-16.

Dalam seleksi yang dilakukan di Jakarta, September 2020 lalu terdapat 3 pemain akademi PSS yang dipanggil. Namun satu pemain Akademi PSS, Iput Nurhasan (Stopper) kurang beruntung, tidak lolos seleksi.

"Berhasilnya Raka dan Fahmi mengikuti jejak Saddam Gaffar membuktikan bahwa pembinaan pemain tidak bisa dilakukan secara instan. Bibit-bibit pemain usia muda harus dicermati, diberikan jalan untuk bisa lebih berkembang, dan salah satunya melalui Akademi PSS," kata Kepala Development Center PT Putra Sleman Sembada (PT PSS), Guntur Cahyo Utomo kepada wartawan, Kamis (15/10/2020).

Peran penting akademi sepakbola tak hanya dilihat dari aspek pembinaan, tapi juga pengembangan bisnis sebuah klub. Memang dibutuhkan modal tidak kecil untuk mewujudkan sebuah akademi yang benar-benar siap dan profesional.

Namun keuntungan yang didapatkan bagi sebuah klub tidaklah sedikit, baik untuk bibit atau calon-calon pemain yang akan memperkuat tim senior maupun dari aspek bisnis.

Menurut Guntur, cita-cita pengembangan di PSS adalah untuk mengangkat sebanyak mungkin anak-anak yang berlatih atau terkait dengan PSS untuk masuk ke sepakbola yang lebih kompetitif.

"Ini jalan yang panjang, tapi keberhasilan para pemain akademi PSS menembus tim nasional menjadi kabar gembira bagi kita. Ini menunjukkan keseriusan PSS. Tak sekedar memenuhi kewajiban pembinaan usia muda di EPA Liga 1. Kita ingin mengembangkan anak-anak ke level senior," tegasnya.

Selain itu, kesempatan bagi para pemain muda untuk menjadi bagian dari skuad timnas juga menunjukkan bahwa PSS tidak bekerja sendirian. Tapi juga bermitra dengan para pelaku sepakbola di Yogyakarta untuk bisa bersama-sama mengembangkan pembinaan usia muda.

"Jadi kita menjadi muara untuk proses, edukasi pelatihan SSB dan akademi lainnya. Selama ini mungkin mereka bingung kemana menyalurkan para pemain berbakatnya," ucapnya.

"Sekarang PSS siap menjadi jembatan mereka untuk bisa menyalurkan anak-anaknya ke level yang lebih tinggi," tegasnya.

(cas/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com