sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Sabtu, 24 Okt 2020 17:45 WIB

Kevin Diks: Pemain Berdarah Maluku yang Mau Bela Timnas Indonesia

Muhammad Robbani - detikSport
EMPOLI, ITALY - FEBRUARY 13: Kevin Diks of Empoli FC during training session on February 13, 2019 in Empoli, Italy.  (Photo by Gabriele Maltinti/Getty Images) Kevin Diks: Pemain Berdarah Maluku yang Mau Bela Timnas Indonesia (Getty Images/Gabriele Maltinti)
Jakarta -

Kevin Diks adalah salah satu pemain keturunan yang berhasrat membela Timnas Indonesia. Ia saat ini membela Aarhus GF dengan status pinjaman dari Fiorentina.

Kevin Diks berposisi sebagai bek kanan. Dirinya tapi juga bisa diplot sebagai bek tengah.

Karier masa mudanya terbilang cukup lumayan karena pernah memperkuat Timnas Belanda U-21. Usianya juga masih termasuk dalam golongan produktif, yakni 24 tahun.

Timnas Indonesia bisa diuntungkan andai diperkuat pemain dengan profil mentereng seperti itu. Sayang, keinginan Kevin Diks bertepuk sebelah tangan karena PSSI sepertinya enggan menaturalisasi pemain berdarah Belanda-Indonesia itu.

Darah Indonesia Kevin Diks mengalir dari kakek dan neneknya. Ia punya garis keturunan Maluku dengan marga Bakarbessy.

Sejarah mencatat bahwa orang-orang Maluku memang banyak bermigrasi dan menetap di Belanda. Kebanyakan dari mereka adalah mantan anggota Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger (KNIL) atau tentara kolonial Hindia Belanda.

Makanya, beberapa pemain keturunan yang memperkuat Timnas Indonesia asal Belanda saat ini punya darah Maluku. Misalnya Stefano Lilipaly atau Ezra Walian.

Meski lahir dan tumbuh besar di Belanda, mereka bisa memperkuat Timnas Indonesia. Untuk Kevin Diks, keinginannya itu harus melalui jalan terjal karena terganjal aturan FIFA terbaru.

Kevin DiksKevin Diks (F. Sindberg)

Ada dua proses yang harus dilalui seorang pemain untuk bisa mendapatkan kewarganegaraan baru dan memperkuat Tim Nasional baru. Yakni memenuhi aturan negara dan aturan (statuta) FIFA.

Dalam kasus Kevin Diks yang ingin menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), bisa mengacu ke UU No 12 Pasal 9 Tahun 2006. Adapun beberapa syarat di antaranya adalah; telah berusia 18 tahun, sudah tinggal lima tahun atau paling singkat 10 tahun tidak berturut-turut, bisa berbahasa Indonesia, hingga melepas kewarganegaraan lamanya.

Kemudian ia juga harus memenuhi persyaratan FIFA yang diatur dalam statuta terbaru edisi 2020. Nah, Kevin Diks terhalang oleh Statuta FIFA 2020 karena pernah memperkuat Timnas Belanda U-21 dan telah berusia 22 tahun dalam penampilan terakhirnya bersama Negeri Kincir Angin.

Butir iii Pasal 9 Ayat 2 b dalam Statuta FIFA 2020 berbunyi; saat ia (pemain) dimainkan pada pertandingan terakhirnya di kompetisi resmi dalam segala level pertandingan buat asosiasi (Timnas) yang pertama ia bela, ia belum berusia 21 tahun;

Meski begitu, Kevin Diks masih yakin bisa memperkuat Timnas Indonesia di masa depan. Bisa dengan cara diperjuangkan PSSI sebagaimana yang dilakukan Federasi Sepakbola Maroko (FRMF) ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dalam usaha mereka agar Munir El Haddadi agar bisa memperkuat Timnas Maroko.

Atau juga bisa dengan cara berharap FIFA kembali merevisi statu. Memang, statuta FIFA kerap direvisi, karena menyesuaikan keadaan zaman.

(Halaman selanjutnya, wawancara detikSport dan beberapa media dengan Kevin Diks)

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com