Manajer PSIM: Beberapa Nama dalam Angan
Kamis, 26 Jan 2006 17:02 WIB
Yogyakarta - PSIM Yogyakarta ganti pelatih? Bisa jadi. Manajer PSIM Nugroho Swasto menyatakan ia sudah memiliki beberapa nama dalam pikirannya bakal calon pelatih yang menggantikan Edi Paryono nanti."Beberapa nama sudah dalam angan," ujar Nugroho ketika dihubungi Detiksport via telepon, Kamis (26/1/2006) seputar nama calon pengganti Edi Paryono sebagai arsitek PSIM. Namun demikian ia menegaskan tidak ingin terburu mendepak pria yang sukses mengantar PSIM berlaga di divisi utama musim ini tersebut. Menurutnya, ia dan timnya masih harus melakukan evaluasi sebelum mengeluarkan keputusan penting semacam itu.Isu tersebut muncul dari Brajamusti yang memberi deadline kepada Edi Paryono dalam tiga pertandingan kandang mereka. Jika hasil tidak memuaskan dicetak skuad PSIM, maka Brajamusti akan mendesak pengurus untuk mendepak Edi dan menggantinya dengan pelatih lain.Untuk keputusan ekstrim seperti memecat Edi, Nugroho tidak membenarkan hal tersebut. "Belum ada rencana sampai ke sana (pemecatan--Red). Kami masih harus banyak melakukan evaluasi baik terhadap pelatih maupun skuad kami," tegasnya.Nugroho juga menerangkan bahwa evaluasi mendasar yang harus dilakukan timnya adalah mental bermain timnya. "Mereka masih sering terpengaruh dengan keputusan wasit. Ya, kita tahulah kualitas wasit kita seperti gimana, cuma anak-anak harus lebih menjaga mental bermainnya juga," tukas pria yang akrab disapa Pak Nug itu.Konsistensi dan konsentrasi permainan juga menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi skuad PSIM. Masalahnya beberapa laga yang seharusnya menguntungkan PSIM gagal diraih karena minimnya konsentrasi.PSIM saat ini berada di peringkat 10 dengan koleksi dua poin, hasil dari dua kali seri dalam empat laga mereka. Nugroho mengharapkan hasil tersebut segera berubah dalam beberapa partai mendatang, termasuk tiga laga kandang dalam waktu dekat melawan Persib Bandung (5/2), Persekabpas Pasuruan (11/2) dan Arema Malang (14/2).Foto: Langkah Brajamusti untuk melengserkan Edi Paryono masih menggantung (Detiksport/Bagus Kurniawan). (ian/)










































