Bagaimana Nasib Renovasi Venue Piala Dunia U-20 di Indonesia?

Muhammad Robbani - Sepakbola
Jumat, 25 Des 2020 16:00 WIB
Menpora Zainudin Amali bersama Wakil Ketua PSSI Iwan Budianto didampingi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengecek renovasi Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (18/9/2020). Stadion kebanggaan Kota Pahlawan itu merupakan salah satu venue Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang.
Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) yang disiapkan sebagai salah satu venue Piala Dunia U-20. (Foto: Istimewa/Kemenpora)
Jakarta -

Indonesia batal menggelar Piala Dunia U-20 di tahun 2021 karena ajang itu ditunda sampai tahun 2023. Lantas bagaimana nasib venue-nya?

FIFA resmi membatalkan gelaran Piala Dunia U-17 dan Piala Dunia U-20 2021 lewat rilis resminya pada, Kamis (24/12/2020). Padahal beberapa venue di Indonesia sedang dalam tahap renovasi melalui anggaran negara yang dikucurkan pemerintah.

Bahkan beberapa sudah ada yang mendekati siap digunakan karena renovasi start yang lebih awal dibanding venue lainnya. Misalnya Stadion Gelora Sriwijaya di Palembang yang pembiayaannya dari Pemprov Sumatera Selatan.

Pembatalan gelaran ini di tahun 2021 sendiri tidak mengubah Indonesia sebagai tuan rumah gelaran Piala Dunia U-20, walaupun ajang itu baru akan digelar FIFA pada tahun 2023.

"Langkah terdekat yang segera akan dilakukan adalah mengadakan rapat koordinasi pada awal pekan depan yang akan dipimpin langsung oleh Menko PMK dan akan mengundang semua pihak terkait, baik unsur Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah serta PSSI," kata Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali dalam rilis resmi Kemenpora.

"Beberapa hal penting yang akan dibahas antara lain: penjelasan lengkap tentang penundaan event tersebut, up date dan kelanjutan renovasi sejumlah stadion dan lapangan latihan," ujarnya lagi, menyoal venue Piala Dunia U-20 yang sedang disiapkan Indonesia.

Tak hanya infrastruktur yang terkena dampaknya. Para pemain di skuad Timnas Indonesia U-19 saat ini juga terancam tidak akan bisa tampil di Piala Dunia U-20 pada tahun 2023 karena terkendala usia.

Padahal Timnas U-19 saat ini sudah menjalani latihan ke Kroasia selama hampir dua bulan sejak akhir Agustus lalu. Bahkan, Timnas U-19 rencananya akan berangkat ke Spanyol untuk latihan lanjutan pada, Sabtu (26/12).

Anggaran negara sebesar Rp 50,6 miliar sudah dikucurkan untuk persiapan Timnas U-19. Semua akhirnya terasa sia-sia karena sebagian besar pemain Timnas U-19, akibat terkendala batas usia, tak akan bisa tampil pada edisi Piala Dunia U-20 tahun 2023.

"Akan dibahas juga update dan kelanjutan pembinaan Timnas U-19 yang sudah dipersiapkan, yang tentu saja diperkirakan akan berubah karena event tersebut berlangsung di tahun 2023," ujar Amali.

(krs/nds)