Persipura Masih Terkendala Sponsor Jelang Drawing Piala AFC 2021

Muhammad Robbani - Sepakbola
Rabu, 27 Jan 2021 10:20 WIB
Benhur Tomi Mano
Ketum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano, mengungkap timnya masih mengalami masalah pendanaan menjelang drawing Piala AFC. (Foto: Mercy Raya/detikcom)
Jakarta -

Persipura Jayapura belum bisa memastikan diri soal kiprah mereka di Piala AFC 2021. Padahal, drawing kejuaran antar-klub kelas dua di Asia itu segera digelar.

AFC akan menggelar drawing Piala AFC secara virtual di Kuala Lumpur, Malaysia, pada, Rabu (27/1/2021), pukul 14.30 waktu setempat atau 13.30 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan drawing Liga Champions Asia (LCA) pukul 16.30 waktu setempat atau pukul 15.30 WIB.

Persipura adalah calon perwakilan Indonesia di Piala AFC. Mutiara Hitam harus mengawali langkahnya dari babak play-off pada 19 Mei mendatang.

Tapi, Persipura sedang terkendala masalah macetnya pencairan dana sponsor yang membuat mereka mengumumkan pembubaran tim pada 6 Januari lalu. Sponsor utama mereka yakni Bank Papua diklaim baru mencairkan dana sebesar Rp 5 miliar.

Masih dari klaim Persipura, padahal Bank Papua menandatangani kontrak untuk memberikan dana segar sebesar Rp 10 miliar. Artinya, masih ada Rp 5 miliar yang belum diberikan Bank Papua.

Adapun Bank Papua sempat memberikan jawaban atas kondisi itu. Mereka menyatakan komitmennya untuk mendukung pendanaan Persipura dengan syarat kompetisi Shopee Liga 1 2020 dilanjutkan.

Sebagaimana diketahui, Shopee Liga 1 2020 sudah resmi dibatalkan oleh PSSI. Tanpa pencairan dari Bank Papua, Persipura mungkin bisa saja tak akan mengambil jatah tampil di Piala AFC.

Tapi, manajemen tak berputus asa. Kini pengurus klub sedang mengusahakan untuk mendapat dana dari sponsor lain.

"Setelah drawing kami akan mencari sponsor dari PT Freeport. Kalau ada jawaban, Persipura akan mengumpulkan seluruh pemain dan membentuk tim lagi untuk persiapan Piala AFC," kata Presiden Persipura Benhur Tommy Mano kepada wartawan.

"Kami masih menunggu Direktur PT Persipura Papua untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Freeport," ujarnya menambahkan.

Benhur menjelaskan, pihaknya masih mengusahakan untuk menagih dana sponsor dari Bank Papua. Tapi usaha itu hingga kini belum membuahkan hasil.

Harapan Persipura kini dialihkan ke PT Freeport. Soal kiprah mereka di Piala AFC akan sangat bergantung dengan negosiasi mereka dengan perusahaan tambang itu.

"Dengan Bank Papua kami belum bertemu karena ada orang manajemen kami yang sedang sakit sehingga kami menunda pertemuan tersebut," tutur Benhur yang juga Walikota Jayapura itu.

"Kalau orang dari manajemen sudah sehat maka kami baru akan bertemu. Kami akan menghubungi pemain jika sudah ada kepastian dari Freeport," ucapnya.

Sepakbola Indonesia akan dirugikan jika pada akhirnya Persipura tak mengambil jatah Piala AFC. Dari regulasi AFC yang dibaca detikSport, perwakilan federasi dalam hal ini PSSI, akan dihapus jika salah satu wakilnya yang berhak tampil tak mengambil jatah tampil.

"Jika klub yang memenuhi syarat untuk tampil di kejuaraan klub AFC, punya lisensi, dan lolos kriteria keolahragaan, slot yang dialokasikan Asosiasi Member (PSSI) akan dibatalkan, apakah itu slot tampil langsung atau slot tak langsung (kualifikasi)," tulis Pasal 9.11 dalam Entry Manual for AFC Club Competition 2021.

Artinya, tiket Bali United untuk tampil di Piala AFC pun akan hangus jika mengacu ke aturan tersebut. Persipura dianggap mengundurkan diri karena pendaftaran peserta sudah ditutup AFC sejak 22 Desember lalu.



Simak Video "Kontra Southampton, Man City Mandul di Kandang"
[Gambas:Video 20detik]
(cas/nds)