Arema Tundukkan PSIM 1-0
Selasa, 14 Feb 2006 18:48 WIB

Yogyakarta - Pupus sudah pesta kemenangan kedua PSIM Yogyakarta. Menjamu Arema Malang di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta Selasa (14/2/2006), Jaime Sandoval cs kalah 0-1.Hasil ini semakin menenggelamkan posisi PSIM di bawah klasemen wilayah satu. Torehan lima poin pun tidak bertambah dan zona degradasi pun menjadi posisi sementara tim berjuluk Laskar Mataram ini.Namun tidak demikian dengan Arema. Kemenangan ini praktis menambah pundi-pundi angka mereka di laga kedelapan di musim ini. Poin 14 pun menjadi koleksi sementara tim asuhan Benny Dollo yang membuat posisinya untuk sementara naik ke peringkat tiga.Adalah gol dari Emaleu Serge di menit ke-21 yang menjadi bencana bagi PSIM. Berawal dari aksi individu Firman Utina di kotak penalti tuan rumah, gelandang serang Arema ini langsung melakukan tendangan ke arah gawang. Namun bola terhalang pemain belakang PSIM.Kehadiran Serge di tempat dan waktu yang tepat membuat ia berhasil melesakkan bola ke gawang PSIM. Dengan satu sontekan kecil penjaga gawang Prasetyo Sugianto pun terkecoh.Serangan balasan pun dibangun oleh kubu PSIM. Alhasil satu kesempatan mencetak gol lewat titik putih penalti muncul berkaitan dengan handball Franco Hitta di kotak penalti Arema pada menit-menit akhir babak pertama. Namun wasit tidak menunjuk titik putih. Skor 0-1 untuk tim tamu pun bertahan hingga babak pertama usai.Memasuki babak kedua, semangat Arema tidak turun. Malah PSIM harus bermain di daerahnya sendiri hingga 15 menit pertama babak kedua. Namun gol tambahan urung tercipta.Tidak seperti PSIM yang miskin serangan, Arema masih giat menggempur pertahanan Sandoval cs. Memasuki pertengahan babak kedua tercipta peluang matang oeh Hitta. Sayang tendangan akrobatik legiun asing Arema ini hanya menyentuh mistar gawang PSIM.Beberapa menit kemudian Hitta memperoleh peluang sekali lagi. Namun tendangan kerasnya mampu diredam Sugianto. Hal yang sama juga dilakukan kiper PSIM saat menahan tendangan Epala Jordan di menit-menit akhir babak kedua.Peluang penalti kembali diperoleh PSIM. Namun lagi-lagi wasit tidak melihat handball yang dilakukan Andela Atangana di kotak penalti Arema. Ketidakpuasan pendukung PSIM memuncak. Botol air mineral pun beterbangan ke lapangan yang membuat asisten wasit dua harus memegangi kepalanya karena terkena lemparan. Namun hal tersebut tidak merubah skor pertandingan 1-0 untuk Arema.Sayangnya setelah pertandingan usai kerusuhan di dalam stadion membara. Brajamusti dan pihak keamanan setempat terlihat saling baku hantam. Namun beberapa menit kemudian insiden memalukan tersebut bisa reda.Foto: Pemain Arema Malang Franco Hita (putih) berusaha lepas dari kawalan ketat beberapa pemain PSIM dalam pertandingan kedua tim di Stadion Mandala KridaYogyakarta, Selasa (14/2/2006). Detiksport/Bagus Kurniawan. (ian/)