PSS Ditahan PKT 1-1
Minggu, 19 Feb 2006 19:16 WIB
Sleman - Keinginan PSS Sleman memetik poin penuh di kandang sendiri pupus sudah. Menjamu PKT Bontang di Tridadi Sleman Minggu (19/2/2006), PSS harus puas dengan hasil imbang 1-1.Hasil tersebut membuat perolehan angka PSS seret. Mau tak mau hingga laga keenam Laskar Sembada di musim ini koleksi angka mereka bertambah satu menjadi 11 angka. Posisi enam pun tetap didiami PSS karena kalah produktivitas gol dengan Persiba Balikpapan dan Persela Lamongan meski memiliki poin sama.Sementara di kubu PKT, tambahan satu angka membuat posisi mereka di klasemen wilayah timur terdongkrak naik. Persibom digusur dari posisi tujuh oleh PKT yang mengantongi poin sembilan dari tujuh kali laga mereka.Laga yang dilangsungkan di bawah guyuran hujan ini berlangsung cukup menarik. Menyadari kondisi lapangan yang tidak menguntungkan karena genangan air, kedua tim bermain dengan umpan-umpan panjang.PSS yang didukung puluhan ribu Slemania berhasil memanfaatkan keuntungan tersebut di menit 14. Adalah Slamet Nurcahyo yang membuat unggul PSS setelah menggetarkan jala M Anwar dengan sundulannya memanfaatkan crossing M. Ansori.Unggul satu bola tidak membuat tensi serangan PSS turun. Alhasil di menit ke-17 PSS kembali mencetak gol. Sayangnya wasit menganulir gol tersebut setelah salah satu pemain PSS terperangkap offside.Slamet Nurcahyo yang menjadi motor serangan PSS terus melakukan penyerangan ke pertahanan PKT yang digawangi mantan bek timnas Indonesia Nur Alim. Namun cemerlangnya kiper Anwar sukses menggagalkan serangan PSS. Hingga turun minum skor 1-0 tidak berubah untuk tuan rumah.Di babak kedua PKT masih tampil di bawah tekanan. Namun sesekali tim asuhan Suharno tersebut tampil menyerang. Akhirnya di menit 79 berawal dari kerjasama apik Hendra dan I Komang Mariawan, Camara Fode yang menerima umpan dari Komang Mariawan langsung melepaskan tendangan kaki kiri ke tiang jauh gawang Bayu Cahyo. Kiper PSS tersebut gagal menjangkau bola dan PKT pun sukses menyamakan kedudukan.Hasil seri ini membuat kubu PSS semakin bernafsu untuk kembali ungul. Sayangnya hingga berakhirnya pertandingan skor 1-1 tetap bertahan.Bagi Suharno, hasil tersebut terbilang cukup baik mengingat kondisi lapangan yang basah dan permainan PSS yang bagus. Namun ia menambahkan bahwa gol dari PSS seharusnya tidak perlu terjadi."Gol pertama PSS seharusnya tidak perlu terjadi. Anak-anak tidak menekan Ansori karena ia unggul dalam melepaskan umpan-umpan crossing," ungkapnya kepada wartawan seusai pertandingan.Di lain pihak Heri Kiswanto menilai timnya tidak beruntung. "Kami tampil bagus. Anak-anak bermain maksimal hingga pertandingan usai. Hanya kami beberapa kali tidak beruntung," tuturnya.Menanggapi gol timnya yang dianulir oleh wasit Daryanto, Heri bersikap legowo. "Saya menilai gol tersebut cukup bersih karena berasal dari tendangan langsung, namun mungkin wasit memiliki penilian lain karena dia lebih dekat dari kejadian," tambahnya. (ian/)











































