Persita Menang, Tapi Pelatih Diusir

Persita Menang, Tapi Pelatih Diusir

- Sepakbola
Selasa, 21 Feb 2006 17:31 WIB
Jakarta - Pertarungan melawan Persitara menjadi penuntas musim paceklik kemenangan buat Persita Tangerang. Namun sukses meraih tiga poin pertama "Pendekar Cisadane" itu dibayar dengan diusirnya pelatih mereka dari lapangan.Di menit-menit akhir pertandingan wasit Djajad Sudrajat memerintahkan Jacksen F. Tiago meninggalkan bench karena mengeluarkan kata-kata protes yang dinilai kasar oleh pengadil lapangan hijau itu. Jacksen sempat menolak diusir dan beradu mulut dengan wasit, namun akhirnya ia bersedia pergi. Tiga menit kemudian peluit panjang berbunyi, Persita keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1-0 dalam pertandingan yang digelar di Stadion Benteng, Tangerang, Selasa (21/2/2006).Dengan hasil ini maka untuk pertama kalinya Persita mengutip angka penuh setelah hanya bisa memungut tiga angka dari enam game. Posisi mereka di klasemen sementara Wilayah I naik satu anak tangga ke urutan tiga dari bawah. Sementara Persitara masih nihil angka dan tetap menjadi juru kunci.Bertanding tanpa penonton akibat hukuman dari kasus kerusuhan Persita menjamu Persija, Persitara mencoba memanfaatkan situasi tersebut, di mana tim tuan rumah tidak memperoleh dukungan psikologis dari suporter fanatiknya.Jajaran pemain depan Persita seperti Agusto Cesar de Fleitas sepertinya mendapat hambatan kuat dari bek Persitara Abraham Tobias. Lewat bek asing inilah beberapa kali serangan Persita bisa dipatahkan.Kendati demikian, berkat Tobias jugalah Persita bisa unggul, menyusul pelanggaran yang dilakukan Iswadi Sukur kepada dirinya beberapa meter di depan kotak pernalti Persitara.Pagar betis Persitara yang kurang solid memberi peluang Bruno Jose Zandonadi untuk mengeksekusi tendangan bebas dengan sempurna. Sepakannya tepat mengarah di pojok atas kiri gawang Persita, skor berubah menjadi 1-0.Sebenarnya Persitara bisa juga membalas gol. Sayang, tendangan bebas Javier Roca dapat diantipasi dengan baik oleh kiper Mukti Ali Raja. Hingga babak pertama usai keunggulan tetap untuk Persita. Di babak dua Persitara mencoba mengubah permainannya dengan memperagakan bola-bola panjang. Roca memotori perubahan taktik ini dan beberapa kali berusaha menyerang lewat sayap kiri.Akan tetapi bek andalan Persita Fallah Johnson selalu bisa mengantisipasi Roca. Persita memang lebih tampak lebih bermain aman dengan pola bertahan. Hal ini terlihat dari beberapa kali pergantian pemain di lini belakang. Roca sendiri masih pantang menyerah. Penyerang yang dipinjam dari Persija ini akhirnya mendapat peluang emas, namun pergerakannya bisa dibaca oleh Mukti yang langsung menyergap bola. Sampai pertandingan selesai tidak ada lagi gol yang tercipta. (erk/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads