sepakbola

Manajer Arema: Kami Telah Dipermalukan

Terpopuler Jadwal Pertandingan Klasemen Liga Hasil Pertandingan Man of The Match Gila Bola Foto Video

Manajer Arema: Kami Telah Dipermalukan


- detikSepakbola

Jakarta - Manajer Arema Malang Satria Budi Wibawa merasa sangat terpukul dengan pencoretan timnya dari ajang Liga Champions Asia 2006. Ia menuntut pertanggungjawaban maksimal dari PSSI."Kami sangat malu, menyesal, dan kecewa sekali pada apa yang harus kami terima, yang sesungguhnya bukan akibat perbuatan Arema," demikian dituturkan Satria saat dihubungi Detiksport, Jumat (24/2/2006)."Saya tidak tahu bagaimana menjelaskan hal ini kepada suporter kami, penggemar kami, masyarakat Malang, maupun kepada pecinta sepakbola di tanah air."Seperti diberitakan sebelumnya, Arema (dan Persipura) didiskualifikasi sebagai peserta Liga Champions Asia karena tidak memenuhi syarat administrasi berupa pendaftaran pemain sampai batas waktu yang telah ditetapkan, 12 Februari. Dijelaskan Satria, pihaknya selama ini selalu terlambat memperoleh informasi seputar kompetisi tersebut, yang semestinya menjadi tanggung jawab PSSI untuk mensosialisasikannya.Begitu tahu bahwa deadline registrasi jatuh pada 12 Februari, Arema langsung menyerahkan formulir kepada lialison officer AFC di Indonesia, Barry Sihotang, yang juga Asisten Manager Urusan Pemain Badan Liga Indonesia (BLI) pada 9 Februari 2006."Selama ini kami yang berinisiatif mencari tahu tentang prosedur pendaftaran tersebut. Surat-surat dari AFC selalu telat sampai kepada kami. PSSI selalu terlambat mengirim informasi kepada kami," kata Satria. "Yang jelas kami sudah semaksimal mungkin memenuhi prosedur tersebut."Yang bikin Satria tambah kecewa, ia mendapatkan informasi bahwa PSSI, yang semula berjanji akan berjuang sekuat mungkin untuk mempertahankan keberadaan Arema dan Persipura, malah tidak "berkutik" di rapat pembahasan komisi organisasi bidang kompetisi klub AFC di Kualalumpur, Malaysia, tadi siang."PSSI berjuang? Kebalikan dari info yang kami dapatkan dari kolega Arema di AFC, justru beberapa negara perwakilan komite eksekutif itu yang lebih fight memperjuangkan tim-tim yang didiskualifikasi, agar keputusan itu dicabut.""Perwakilan dari kita hanya diam membisu. Mungkin dia tidak mendengar karena tuli, atau tidak melihat karena buta. Saya jadi tidak tahu, ngapain dia di sana. Tidak jelas," tambah Satria, yang menolak menyebut nama perwakilan PSSI yang dimaksud."Saya sudah tidak lagi percaya pada mereka (PSSI). Masak mengirim dokumen saja lama banget, apalagi berjuang? Tidak masuk akal, tidak bisa dipercaya."Saat ditanya apa yang akan dilakukan Arema kemudian, Satria dengan tegas meminta pertanggungjawaban dari orang-orang yang mengakibatkan terjadinya kasus memalukan ini."Sebagai organisasi yang usianya sudah uzur, permintaan maaf saja dari PSSI tidak cukup. Apalagi ini sebenarnya masalah sepele. Ini sangat memalukan. Kalau sekadar minta maaf, anak kecil juga bisa."Apa bentuk kongkret pertanggungjawaban tersebut? Ada dua, kata Satria. Pertama, ia ingin oknum yang terlibat segera mundur dari organisasi. Kedua, secara hukum Arema akan melaporkan masalah ini ke otoritas AFC dan FIFA."Kami ingin mereka yang mengaku bersalah segera mundur jika masih ingin dipandang sebagai manusia. Soal kompensasi materi itu nomor ke-2001, tapi yang lebih penting adalah tanggung jawab terhadap publik," sergahnya. "Saya tidak tahu kenapa selama ini Arema juga tidak diingatkan soal registrasi ini. Mungkin Arema dianggap tidak mewakili Indonesia. Kami merasa dipermalukan dan dilecehkan."
(a2s/)











Hide Ads