Kalah dari Persebaya, Persik Kediri Punya PR Poles Mental

Yudha Maulana - Sepakbola
Rabu, 24 Mar 2021 01:00 WIB
Pesepak bola Persebaya Surabaya Alwi Slamat (kanan) merebut bola dari pesepak bola Persik Kediri Sackie Doe (tengah) pada pertandingan Piala Menpora di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/3/2021). Persebaya Surabaya menang atas Persik Kediri 2-1. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/rwa.
Persik Kediri kalah 1-2 dari Persebaya Surabaya di Piala Menpora. (Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta -

Kekalahan dari Persebaya Surabaya mengungkap satu pekerjaan rumah untuk Persik Kediri. Mentalitas tim harus diperbaiki.

Persik Kediri kalah 1-2 dari Persebaya Surabaya di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Selasa (23/3/2021) pada ajang Piala Menpora. Persik sempat unggul lebih dulu, sampai kemudian kebobolan dua kali akibat kesalahan.

Persik memimpin berkat Andri Ibo dari titik penalti di menit ke-62, namun keunggulan Persik tak bertahan lama. Persebaya yang bermain dengan 10 orang berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-66 melalui penalti Samsul Arif.

Sepakan 12 pas diberikan usai Andri Ibo melanggar pemain pengganti Persebaya, Ricky Kambuaya. Persebaya lantas menang melalui penalti kedua Samsul, setelah OK John melanggar penyerang 36 tahun tersebut.

"Sebetulnya sesuai dengan rencana kami, kami menjalankan taktik sesuai rencana. Meski kami unggul dengan jumlah pemain tapi kami tetap konsisten dengan taktik yang kami jalankan," kata Pelatih Persik Joko Susilo dalam konferensi pers daring usai laga.

"Tidak masalah karena ini dalam proses membangun tim, ini jadi pelajaran berharga bagi tim kami, meski tadi saya sampaikan di sebelum pertandingan di sini waktu meeting tapi oke kita perbaiki di (pertandingan) selanjutnya," katanya.

Punya jeda satu pekan sebelum melakoni laga selanjutnya, Joko mengatakan timnya hanya akan fokus kepada pembenahan mental.

"Kembali lagi ke mental, saya sudah bilang, saya memperbaiki mental. Mental apa? Di sini tentu mental juara, mental menang, menang tidak mau kalah dan mental menahan emosi atau untuk main lebih efektif lagi kita. Tadi sebetulnya kita mulai awal sudah berjalan, memang kondisi tim kami belum di 70 persen, jadi wajar kalau kadang masih memaksakan diri," ujarnya.

"Tidak ada lagi, mental itu harus bisa mengendalikan semuanya. Dengan situasi capek, semua harus bisa, mereka juga selayaknya berubah, dia harus mempunyai mental juara dan mental menang. Kalau segi taktik, kita juga akan evaluasi pasti," tegas Joko.

Pemain Persik Andri Ibo mengakui, ada sejumlah kesalahan yang terjadi sehingga berbuah penalti.

"Tapi saya bertekad untuk memperbaiki ke depannya dan kita bisa lebih baik. Kekalahan ini jadi pelajaran bagi kita untuk memperbaiki di pertandingan selanjutnya," ucap Andri.



Simak Video "Gairah Pencinta Sepak Bola saat Piala Menpora Digelar di Masa Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(yum/raw)