Piala Menpora 2021 Jawab Tantangan Gelar Sepakbola Saat Pandemi

Muhammad Robbani - Sepakbola
Senin, 26 Apr 2021 21:30 WIB
Pemain Persija Jakarta merayakan gol yang dicetak Osvaldo Hayy (kedua kanan) ke gawang Persib Bandung pada pertandingan leg dua Final Piala Menpora di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (25/4/2021).  ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/aww.
Piala Menpora 2021, menjawab tantangan sepakbola di era pandemi virus corona (ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA)
Jakarta -

Piala Menpora 2021 telah selesai dan terhitung cukup sukses meski di akhir tercoreng ulah suporter. Tensi tinggi rasa kompetisi menjadi awal muaranya.

Bagi pemain, turnamen ini menjadi ajang pembuktian demi mendapatkan kontrak. Maklum, klub tak diwajibkan mengontrak pemain untuk bisa ditampilkan di ajang ini. Ya, beberapa pemain merumput tanpa ada kesepakatan kontrak.

Tak semua pemain bermain tanpa kontrak memang. Persija Jakarta misalnya yang sudah mengontrak mayoritas pemainnya untuk bermain di gelaran pramusim ini.

Tapi, tak semua klub bertindak seperti Persija. Arema FC misalnya yang memutuskan tak mengontrak Caio Ruan setelah mereka tersingkir di fase grup. Performa sang pemain asal Brasil dianggap tak sesuai keinginan.

Mau tak mau, pemain harus tampil all-out kalau mau mendapatkan kontrak dari klub. Kondisi ini yang membuat titel pramusim terasa tak ada bedanya dengan kompetisi yang sesungguhnya.

Coba lihat pertandingan semifinal leg pertama Piala Menpora 2021, yang mempertemukan PSM Makassar melawan Persija. Dalam pertandingan di Stadion Maguwoharjo itu diwarnai 12 kartu kuning dan 1 kartu merah yang dikeluarkan wasit.

Tensi tinggi yang ditunjukkan pemain otomatis merembet ke suporter. Euforia merayakan sepakbola setelah absen lebih dari satu tahun pun dilampiaskan.

Kalau menengok ke Eropa, ajang pramusim biasanya dimanfaatkan untuk memberikan jam terbang kepada para pemain muda dari akademi. Antusiasme menyaksikan pramusim juga jauh berbeda dengan kompetisi. Tapi terlalu jauh kalau membandingkan sepakbola Indonesia dengan Eropa yang industrinya sudah begitu maju.

Di Indonesia, Piala Menpora sendiri menjadi oase pelepas dahaga buat suporter dan pemain yang sudah lama menantikan gelaran sepakbola lagi. Kerinduan terhadap sepakbola dalam negeri akhirnya terobati.

"Ini kan semangatnya menuju kompetisi. Pemain mau menunjukkan yang terbaik untuk membuktikan diri. Kalau bagus bisa dikontrak untuk main di kompetisi kan," kata Ketua OC Piala Menpora 2021 Akhmad Hadian Lukita saat dihubungi detikSport soal pramusim rasa kompetisi.

"Ini persiapan menuju liga. Kalau menuju liga kan ada yang mau lihat performanya (pemain) juga di Piala Menpora. Kami serahkan ke klub bagaimana mengatur siapa yang akan main di liga. Ada yang akhirnya dikontrak mungkin, atau selama turnamen beberapa pemain sudah dikontrak, atau di ujung nanti baru dikontrak. Setiap tim pastinya kan punya tim evaluasi buat pemain yang mau direkrut," ujarnya.