Menilik Kontroversi AHHA PS Pati Milik Atta Halilintar

Muhammad Robbani - Sepakbola
Jumat, 11 Jun 2021 18:00 WIB
Atta Halilintar saat ditemui di CGV Grand Indonesia.
Menilik Kontroversi AHHA PS Pati Milik Atta Halilintar (Palevi S/detikFoto)
Jakarta -

AHHA PS Pati milik Atta Halilintar tak diakui PSSI. Perubahan nama dari Putra Safin Group (PSG) Pati tak diakui karena tak melalui persetujuan Kongres PSSI.

PSG Pati sendiri baru disahkan di Kongres PSSI 2021 yang digelar akhir Mei lalu. Sebelumnya klub ini bernama Putra Sinar Giri (PSG) Gresik.

Belum lama berganti identitas, Atta Halilintar sudah memperkenalkan identitas baru lagi. Pada 4 Juni lalu, ia meluncurkan AHHA PS Pati yang tak lain adalah PSG Pati tapi diubah namanya.

Soal perubahan ini, PSSI tak mengakui nama terbaru. Nama terakhir yakni PSG Pati adalah yang sah terdaftar di PSSI.

"PSSI mengakuinya yang atas nama PSG Pati. Aturannya kan jelas, harus seperti klub-klub yang sebelumnya alurnya seperti itu," kata Sekjen PSSI Yunus Nusi kepada detikSport.

Soal praktik pergantian nama sebenarnya bukan hal yang haram dilakukan oleh klub. Statuta PSSI tak pernah melarang aktivitas ini.

Tapi ada alurnya yang harus diikuti, yakni harus disetujui oleh Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Setidaknya hal itu diatur di Pasal 17 (f) dalam Statuta PSSI edisi 2019.

"Perubahan nama, domisili dan/atau kepemilikan Badan Hukum sebuah Klub harus disahkan oleh Komite Eksekutif setelah melalui mekanisme dan proses kajian yang akan ditetapkan kemudian di dalam Keputusan, Regulasi dan Instruksi, atau Edaran yang dikeluarkan oleh PSSI," begitu isi aturan tersebut di bagian Kewajiban Anggota PSSI.

Pernyataan serupa juga disebutkan di Pasal 40 Statuta PSSI soal Kewenangan Komite Eksekutif PSSI. Intinya, perubahan nama/domisili/kepemilikan harus melalui persetujuan Exco PSSI.

"Mengesahkan perubahan nama, domisili dan/atau kepemilikan Badan Hukum sebuah Klub setelah melalui mekanisme dan proses kajian yang akan ditetapkan kemudian melalui regulasi, instruksi atau edaran yang dikeluarkan oleh PSSI," begitu bunyi Pasal 40 (g) Statuta PSSI 2019.

Dalam praktiknya, pengesahan perubahan identitas klub biasanya dibahas di Kongres PSSI yang digelar setiap tahun. Teranyar, PSSI mengesahkan pergantian nama klub-klub Liga 2 Martapura FC menjadi Martapura Dewa United, Cilegon United menjadi Rans Cilegon FC, hingga PSG Gresik menjadi PSG Pati.

Jika persyaratannya kurang, bisa saja pengajuan pergantian identitas klub ditolak. Hal itu menimpa Tira Persikabo yang gagal menjadi Persikabo 1973 dan Bhayangkara FC yang batal menjadi Bhayangkara FC.

(aff/cas)