Bermain Cantik, PSIS Tundukkan PSMS 1-0

Bermain Cantik, PSIS Tundukkan PSMS 1-0

- Sepakbola
Minggu, 19 Mar 2006 20:08 WIB
Semarang - Setelah paceklik kemenangan dalam empat pertandingan terakhirnya, PSIS akhirnya berhasil meraup angka penuh. Di kandangnya sendiri, Stadion Jatidiri, Semarang, "Mahesa Jenar" mengungguli PSMS Medan 1-0.Bagi Bonggo Pribadi, pelatih baru yang menggantikan Sutan Harhara, kemenangan anak-anak buahnya hari ini, Minggu (19/3/2006), terasa mengasyikkan karena Emmanuel de Poras dinilainya bermain cantik."Ini pertandingan yang sangat memuaskan. Pemain bermain sangat lepas sehingga mereka bisa menunjukkan aksi yang menarik," kata Bonggo Pribadi usai pertandingan.Baik PSIS maupun PSMS bermain sangat terbuka. Pada awal pertandingan, para pemain masih saling menjajaki. Namun 10 menit kemudian, kedua tim saling seran dengan PSIS terlihat sedikit lebih dominan.Di menit ke-14 PSIS mendapat hadiah penalti setelah Ridwan dilanggar di kotak terlarang. Peluang itu tak dapat dimanfaatkan dengan baik oleh kapten De Porras. Tendangannya yang mengarah ke sudut kiri gawang dapat ditepis kiper Markus Harison.Terbuangnya kesempatan emas itu tidak mengendurkan serangan tuan rumah. Hasilnya, pada menit 18 umpan de Porras dari kanan pertahanan lawan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Imral Usman. Meski dikepung dua pemain lawan dan sambil terjatuh, mantan pemain Persib itu berhasil menceploskan bola ke gawang Suprayetno.Memasuki babak kedua permainan masih berjalan terbuka. PSIS ingin menambah gol, sedangkan PSMS ingin menyamakan kedudukan. Namun peluang-peluang bagus kedua tim tak membuahkan gol hingga pertandingan usai.Selain enak ditonton, pertandingan yang disaksikan sekitar 15 ribu penonton itu berjalan sangat lancar. Protes yang sesekali muncul dari kedua tim bisa diredam dengan baik oleh wasit asal Bandung Afrianto Ambarina. Lemparan-lemparan botol minuman, kayu, atau barang lainnya, yang biasanya dilakukan para suporter di sela-sela atau di akhir pertandingan, tak terjadi dalam pertandingan tersebut.Meski demikian, karena beberapa pemain bermain keras, wasit mengeluarkan empat kartu kuning yang masing-masing diberikan kepada de Porras dan Imral Usman (PSIS), dan Saktiawan Sinaga dan Restu Kartiko (PSMS)."Anda lihat wasit cenderung berbaik hati pada PSIS. Pelanggaran itu seharusnya tak membuahkan penalti. Dan, wasit meniup peluit begitu pemain PSIS jatuh. Ketika itu terjadi pada pemain kami, wasit diam saja," ujar Pelatih PSMS M. Chaidir. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads