Misteri Pencoretan Boaz Solossa dan Yustinus Pae dari Persipura

Muhammad Robbani - Sepakbola
Kamis, 08 Jul 2021 13:10 WIB
Pesepakbola Persipura Jayapura Boaz E. Salossa (kanan) bersama pesepakbola Persib Bandung Supardi Nasir (kiri) mengejar bola dalam pertandingan Sepak Bola Liga 1 2019 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/5/2019). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/hp.
Boaz Solossa (kanan) (M Agung Rajasa/hp/detikSport)
Jakarta -

Ada tes doping, nyawa terancam, dan alkohol dalam insiden indisipliner Boaz Solossa dan Yustinus Pae yang membuat mereka tercoret dari Persipura. Benarkah?

Boaz Solossa dan Yustinus Pae diumumkan dilepas Persipura Jayapura melalui pernyataan resmi klub pada, Senin (5/7/2021). Tetapi, tak dijelaskan tindakan indisipliner apa yang membuat keduanya harus dicoret.

Ketua Umum Persipura Benhur Tomi Mano hanya menyebut keduanya sudah berulang kali melakukan pelanggaran. Setelah menjadi misteri, Pelatih Persipura Jacksen F. Tiago akhirnya buka suara.

Jacksen bicara apa yang sebenarnya terjadi, saat memberikan pernyataan bersama wartawan secara virtual, Rabu (7/7/2021). Tindakan kedua pemain senior itu disebut Jacksen sudah tak bisa ditolerir sehingga pihak klub memutuskan melepas mereka berdua.

Dari penuturan Jacksen, insiden itu terjadi beberapa saat sebelum laga uji coba Persipura Jayapura melawan tuan rumah Persita Tangerang, Minggu (13/6). Laga itu digelar di Indomilk Arena, Tangerang.

"Saat saya menulis line up di ruang ganti, salah satu dari teman berdua itu (maksudnya Boaz dan Yustinus Pae) memanggil dan mengarahkan saya keluar dari ruang ganti," kata Jacksen.

"Katanya 'saya tidak main tak apa-apa karena begini-begitu'. Karena (cuma) uji coba maka saya tetap munurunkan mereka (Boaz dan Yustinus Pae). Saya sampaikan ke pemain bersangkutan, kamu tanggung jawab. Setelah pembicaraan minggu lalu, kamu masuk lapangan. Itu kata saya pada pemain bersangkutan," ujarnya menambahkan.

Maksud dari tanggung jawab yang dilontarkan Jacksen adalah tindakan di luar lapangan jangan sampai mempengaruhi kesempatan bermain. Ia mengacu ke pencoretan pemain muda Persipura sepekan sebelumnya yang dicoret karena mengonsumsi alkohol!

Dalam pencoretan pemain muda itu ada peran empat pemain senior, termasuk Boaz dan Yustinus Pae, yang memberikan saran ke tim pelatih dan manajemen. Tapi, sepekan berselang Boaz dan Yustinus Pae malah terlibat hal yang sama.

Jacksen F. TiagoJacksen F. Tiago (Randy Prasatya/detikSport)

Tapi Jacksen F. Tiago enggan mengiyakan apakah Boaz Solossa dan Yustinus Pae juga menenggak alkohol sebelum laga sebagaimana pemain muda yang dicoret Persipura sepekan sebelumnya. Pelatih asal Brasil itu hanya menyebut bahwa tindakan mereka membahayakan diri sendiri.

"(Soal) itu alangkah baiknya ditanyakan ke pemain supaya adil. Saya sampaikan apa yang bisa sampaikan, lebih detail silakan tanya ke dua pemain itu. Saya tak mau hal seperti itu keluar dari mulut saya. Saya tak akan benarkan iya atau tidak," ucap Jacksen.

"Yang jelas itu di luar kewajaran. Kalau bicara dari aspek medis sebenarnya bisa sampai terancam nyawanya di lapangan. Misalnya itu pertandingan resmi mereka pasti kena doping dan dihukum sekitar satu tahun atau enam bulan. Sudah pasti mereka kena hukuman satu tahun kalau sesuai peraturan FIFA. Saya tak akan bicara lebih detail," tuturnya.

"Jujur saya pasti salah (tetap memainkan Boaz dan Yustinus Pae). Saya tidak pernah berhadapan dengan situasi ini. Ketika laga berjalan, saya ambil keputusan tarik mereka berdua. Saya akui saya salah, tetapi pasti kalau laga resmi saya tak akan berspekulasi itu," katanya lagi.

(aff/krs)