Liga 1 Menggantung, Marco Motta Pulang ke Italia

Muhammad Robbani - Sepakbola
Jumat, 16 Jul 2021 14:10 WIB
Marco Motta Saat beraksi di pertandingan Persija Jakarta vs Borneo FC di SUGBK Jakarta, Minggu (1/3/2020).
Liga 1 Menggantung, Marco Motta Pulang ke Italia (Rifkianto Nugroho/detikSport)
Jakarta -

Menggantungnya nasib Liga 1 2021 membuat Marco Motta menyerah. Ia akhirnya memutuskan pulang kampung ke Italia daripada tak punya kegiatan di Indonesia.

Marco Motta sudah datang ke Indonesia sejak 7 Juni lalu saat Persija Jakarta menyambut kick off Liga 1 yang sedianya digelar mulai 9 Juli. Kebetulan Persija sempat dijadwalkan memainkan laga pembuka melawan PSS Sleman.

Pada akhirnya kick off Liga 1 ditunda ke akhir Juli dan teranyar diperpanjang penundaannya ke akhir Agustus. Ada potensi penundaan bakal makin lama andai benar isu perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat benar-benar terjadi.

Tak mau menghadapi ketidakpastian, Marco Motta pun akhirnya memilih pulang kampung. Sudah terlalu lama bagi eks Juventus itu menghadapi ketidakpastian di Indonesia.

"Karena situasi serba tak pasti dan saya mematuhi peraturan presiden klub (Mohamad Prapanca), saya akan pulang ke keluarga karena sudah sangat merindukan mereka," kata Motta dalam pernyataannya di media sosial.

"Tetapi saya mau menegaskan bahwa saya tak mengubah rencana, saya tetap di Persija! Saya memutuskan untuk menetap. Saya memilih Persija dan ini lah yang ada dalam pikiran saya," ujarnya menegaskan.

Selain menantikan kepastian kompetisi, Motta Cs juga diliburkan Persija Jakarta sejak pemberlakukan PPKM Darurat. Tak ada kegiatan sepakbola. Baik itu latihan apalagi pertandingan.

Adapun penerapan PPKM Darurat tak lepas dari situasi COVID-19 yang terus memburuk. Motta pun mendoakan agar Indonesia bisa segera bangkit.

"Saya harap kalian semua aman dan sehat. Saya mengerti dan yakin bahwa kalian semua lelah dengan situasi ini karena saya pun begitu," tutur pemain yang turut menjadi bagian skuad Juventus saat menjalani tur ke Jakarta pada 2014 lalu.

"Saya sangat berharap kita semua bisa kembali hidup normal dan kami bisa berlatih dan melakukan apa yang kami sukai," ucapnya.

(aff/cas)