Lagi, Wacana Munaslub PSSI Digulirkan
Jumat, 24 Mar 2006 21:38 WIB
Jakarta - PSSI kembali mendapatkan resistensi dari anggotanya. Sedikitnya enam pengurus daerah (pengda) menyuarakan segera digelarnya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).Wacana tersebut disampaikan perwakilan dari pengda Riau, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Irian Jaya, dan Jawa Barat saat bertemu dengan wartawan di Senayan, Jakarta, Jumat (24/3/2006)."Kami akan berjuang untuk merealisasikan munaslub ini. Awal April nanti kami akan mencoba mengumpulkan dua pertiga dari seluruh pengda demi memenuhi persyaratan, di samping tentunya konsolidasi dengan seluruh anggota atau perkumpulan," kata Ketua Pengda Jatim, Haruna Sumitro.Ditambahkannya, keinginan munaslub kembali muncul setelah Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi Ketua Umum PSSI Nurdin Halid pada Selasa (22/3/2006) lalu, terkait vonis bersalah yang bersangkutan pada kasus impor beras illegal, dalam kapasitasnya sebagai mantan ketua umum Induk Koperasi Unit Desa (Inkud), di mana Nurdin dijatuhi hukuman penjara 2,5 tahun oleh PN Jakarta Utara."Pada pertemuan Februari lalu kita dijanjikan oleh pengurus kalau munaslub bisa segera digulirkan jika kekuatan hukum Pak Nurdin sudah tetap. Sekarang kami ingin menagih janji itu, " tandas Haruna.Meski meyakini bahwa jalan berliku bakal ditemui, termasuk kemungkinan adanya penggembosan, namun para penggagas ide ini juga berani mencanangkan target bahwa munaslub bisa diselenggarakan pada Juni atau Juli mendatang.Agenda munaslub nantinya mencakup dua sasaran, yakni mengganti kepengurusan dan merombak Pedoman Dasar (PD), yang diakui oleh keenam pimpinan Pengda di atas hanya melindungi rezim pro status quo."Munaslub kita perlukan untuk memperbaiki semua sistem di PSSI yang sudah tidak berjalan dengan semestinya," kata Mursyid WK, sekum Pengda Jabar yang sejak dua tahun lalu termasuk yang vokal dalam menyuarakan munaslub.Sementara Ketua Pengda Riau Mafirion dengan tegas menyatakan bahwa wacana menggelar Munaslub ini timbul dari niat tulus untuk memperbaiki kondisi kepengurusan PSSI yang sudah tidak kondusif, dan tidak didompleng oleh kepentingan mengajukan orang-orang tertentu untuk menggantikan Nurdin."Boleh saja orang di luar menyebut-nyebut nama Arifin Panigoro, Nirwan Dermawan Bakrie, Agusman Effendi, atau Ryamizard Ryacudu. Kami di sini tidak dalam kapasitas membicarakan calon ketua umum. Kami sama sekali tidak mengusung nama tertentu," tegas Mafirion yang juga mantan asisten manajer timnas Piala Asia Beijing 2004 itu.Berandai-andai munaslub digelar, ada tiga daerah yang siap menjadi penyelenggara yaitu Surabaya, Bali dan Pekanbaru. "Bali siap jadi tuan rumah. Korwil Bali, NTB dan NTT sudah membahas tentang kemungkinan adanya munaslub dan kami sangat mendukung hal itu. Kami ingin sepakbola nasional menjadi lebih baik," tandas Ketua Pengda Bali I Made Sumer. (a2s/)










































