Sponsor Baru Liga 1 2021 Mengarah ke Bank BUMN

Muhammad Robbani - Sepakbola
Kamis, 22 Jul 2021 17:53 WIB
Akhmad Hadian Lukita
Akhmad Hadian Lukita, Direktur Utama PT LIB selaku operator Liga 1. Foto: detikcom/Muhammad Robbani
Jakarta -

Sponsor baru Liga 1 2021 akan diumumkan PT Liga Indonesia Baru (LIB) dalam waktu dekat. Adapun sponsor itu mengarah ke Bank BUMN.

Dalam video teaser yang dirilis PT LIB, mereka mengindikasikan sudah mendapat sponsor baru. Ada warna biru gelap yang mendominasi latar belakang video tersebut.

Belakangan ini memang terus berseliweran info mengenai calon-calon sponsor Liga 1. Bank BRI, yang juga identik dengan warna biru, menjadi salah satu yang paling santer disebut-sebut.

[Gambas:Instagram]



"Sponsor baru dari sektor keuangan, untuk namanya belum bisa kami ungkapkan sekarang," kata Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita kepada wartawan.

Besar kemungkinan nama sponsor baru akan kembali menjadi titel kompetisi. Sebagaimana Gojek Liga 1, Gojek-Traveloka Liga 1, dan Shopee Liga 1.

Sebelumnya detikSport sudah mengonfirmasi ke PT LIB soal rumor Bank BRI menjadi mitra baru untuk Liga 1 2021. Tapi operator kompetisi juga masih menutup rapat-rapat identitas perusahaan yang dimaksud.

"Soal title sponsor belum ada statement resmi apapun dari PT LIB. Kita tunggu saja," ujar Lukita kepada detikSport.

Selain sponsor, PT LIB juga mengirim sinyal soal Liga 1 yang kabarnya sudah mendapat lampu hijau untuk digulirkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diklaim akan mengeluarkan izin dalam waktu dekat.

BNPB dikabarkan siap memberi rekomendasi Liga 1 meski angka penambahan kasus COVID-19 harian di Indonesia belum membaik. Hal itu tak terlepas dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang akan berakhir pada 25 Juli.

Adapun PT LIB sudah menetapkan 20 Agustus sebagai tanggal kick-off. Jika PPKM tak diperpanjang lagi, PT LIB berharap Liga 1 2021 tak akan ditunda lagi.

"Harapannya pekan ini (rekomendasi BNPB turun), mudah-mudahan. Iya Insyaallah ini sinyal positif. Harusnya main Agustus. Dengan adanya PPKM sampe tanggal 25 (Juli) berarti kan nggak sampai bulan depan. Isunya kan tadinya sampai akhir bulan ternyata nggak, jadi ini sinyal positif," tutur Lukita.

(krs/cas)