APPI Bantu Mediasi Pemain yang Terlibat Sepakbola Kungfu

Muhammad Robbani - Sepakbola
Selasa, 07 Sep 2021 22:54 WIB
Asosiasi Pesepakbola Profesional lndonesia (APPI) merespons positif rencana Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) yang membekukan liga sepekan ini
APPI mediasi pemain yang terlibat sepakbola kungfu (Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) turun tangan memediasi pemain-pemain PSG Pati dan Persiraja Banda Aceh yang terlibat sepakbola kungfu.

Ada dua insiden pelanggaran keras yang dilakukan dalam laga di Lapangan Pancoran Soccer Field, Jakarta, Senin (6/9/2021). Pertama tendangan ke wajah yang dilakukan Syaiful Indra Cahya. Kedua, pelanggaran keras oleh Zulham Zamrun.

APPI kecewa pelanggaran keras tersebut terjadi setelah sepakbola bergulir lagi. Hal itu dikhawatirkan bisa mencoreng citra sepakbola dalam negeri yang kini sudah diizinkan pemerintah untuk bisa bergulir.

"APPI telah berkomunikasi secara virtual dengan mempertemukan pesepakbola Klub PSG Pati, Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun, serta perwakilan pesepakbola dari Klub Persiraja yakni Mukhlis Nakata selaku kapten tim, Nadhif, dan Defri Rizky," tulis pernyataan APPI.

"APPI menjembatani pertemuan antara pesepakbola dari kedua tim tersebut sehingga perselisihan tidak semakin meluas. APPI juga meminta untuk para pesepakbola yang terlibat dapat menjunjung sportivitas, bersikap profesional, dan menjunjung solidaritas terhadap profesi nya serta mengambil pembelajaran di kemudian hari," lanjut pernyataan itu.

Dalam pertemuan virtual, APPI diwakili oleh Presiden APPI, Firman Utina, Andritany Ardhiyasa, Wakil Presiden APPI, serta 2 (dua) Komite Eksekutif Senior, Bima Sakti dan Kurniawan Dwi Yulianto menyampaikan kegelisahan akibat insiden tersebut.

Tak lupa APPI juga memberikan arahan kepada para pemain yang terlibat agar menjaga sepakbola dari tindakan-tindakan yang negatif, terlebih sepakbola Indonesia baru saja hidup kembali setelah "mati suri" selama lebih dari setahun.

Tindakan-tindakan negatif tersebut dinilai APPI dapat merusak euforia dari hidupnya kompetisi yang sudah lama dinanti. Dalam jangka waktu menengah, APPI akan berkoordinasi dengan seluruh pesepakbola dan mengagendakan pertemuan dalam bentuk virtual dengan salah satu topik yang akan dibahas ialah untuk saling jaga sepakbola, bersikap profesional, dan membuat komitmen bersama untuk saling mendukung dalam profesi pemain sepakbola profesional.

"APPI juga akan menggandeng pihak profesional dalam hal ini yang berkaitan dengan Sports Psychology untuk mengkaji dan memberikan edukasi kepada anggota APPI sehingga kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari," tulis pernyataan APPI.

(mrp/ran)