Lagi, Kinerja Wasit Dikeluhkan
Selasa, 11 Apr 2006 20:24 WIB
Semarang - Pelatih PSIM Yogyakarta Sofyan Hadi mengeluhkan wasit yang terlalu memihak tuan rumah PSIS dalam laga di Stadion jati Diri, Selasa (11/4/2006) sore. Meski demikian ia tak akan mengajukan protes ke PSSI. "Buat apa protes. Percuma. Kalian lihat sendiri 'kan bagaimana perilaku wasit selama memimpin pertandingan ini," kata Sofyan usai pertandingan. Mukanya terlihat merah padam. Sofyan menduga sejak awal kepemimpinan wasit asal Bandung, Vriantor Ambareta, sudah diatur. Hal itu terlihat dari tidak adilnya wasit dalam meniup peluit tanda pelanggaran, di mana pemain tuan rumah cenderung selalu diuntungkan. "Ini wasit seperti sudah diatur. Masak pemain kami jatuh bangun tapi tak ada peluit berbunyi. Tapi begitu pemain tuan rumah yang jatuh, wasit langsung meniup peluitnya," katanya. Ketika ditanya apakah PSIM akan mengajukan protes ke PSSI, Sofyan geleng kepala. Ia beralasan, semua orang di Indonesia bisa menilai pertandingan yang dimenangkan PSIS dengan skor 2-1 itu. Pertandingan tersebut memang disiarkan langsung melalui televisi. Sementara itu, kubu PSIS menganggap kepemimpinan wasit tidak masalah. Buktinya, beberapa pemain PSIS juga mendapat kartu kuning ketika melakukan pelanggaran. Manajer PSIS Yoyok Sukawi mengakui pertandingan cenderung keras. Hal itu karena kedua tim sama-sama ingin meraih poin penuh. "Pemain kami terlihat kemrungsung terburu-buru. Jadi sering gagal dalam menyerang," katanya. Dalam laga itu, wasit menghadiahi dua pemain PSIM Sunday M Seah dan Esiah Pello Benson dengan kartu merah. Sunday diganjar kartu merah karena menggnajal keras gelandang PSIS Gustava Hernan Ortis dan Benson dikartu merah karena terlalu banyak protes. Keduanya keluar lapangan pada babak pertama. Pertandingan yang disaksikan sekitar 10 ribu dans berat PSIS dan 500 suporter PSIM (Brajamusti) itu juga diwarnai empat kartu kuning, yang masing-masing diberikan pada pemain PSIS, Hernan Ortis, De Porras, Maman Abdulrahman, dan Khusnul Yakin.Foto: Pelatih PSIM Sofyan Hadi (Detiksport/Bagus Kurniawan) (a2s/)











































