ADVERTISEMENT

Dua Anak Papua 'Disekolahkan' ke Klub Spanyol

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Rabu, 27 Okt 2021 23:08 WIB
Ada lagi pesepakbola Indonesia yang dikirim berlatih di Eropa. Kini dua orang asal Uni Papua FC akan bersekolah di klub Divisi Empat Spanyol Numancia.
Dua orang dari Uni Papua akan dikirim berlatih di Numancia (dok.Uni Papua FC)
Jakarta -

Ada lagi pemain Indonesia yang dikirim berlatih di Eropa. Kali ini dua orang asal klub Uni Papua FC bersekolah di klub Divisi Empat Spanyol Numancia.

Mereka pemain muda Johosua Reinhard Imbiri dari Nabire yang akan bergabung dengan akademi Numancia selama setahun, dan pelatih kepala Uni Papua FC berusia 32 tahu Frans Gasper Paraibabo. Frans akan mengikuti pelatihan selama empat bulan.

Pelepasan keduanya dilakukan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Spanyol yang baru saja dilantik Muhammad Najib, Selasa (26/10) malam WIB. Numancia saat ini berada di Divisi Keempat atau biasa disebut Segunda B Divisi 3.

Uni Papua FCDua orang asal Uni Papua FC disekolahkan ke klub Spanyol Foto: dok.Uni Papua FC

Numancia terakhir kali bermain di LaLiga pada 2008/2009 dan setelah itu mereka berkutat di Segunda Liga, sebelum terdegradasi ke divisi ketiga dan keempat dalam dua tahun terakhir.

"Kepada Reinhard dan Frans selamat jalan ke Spanyol untuk menimba ilmu di CD Numancia. Kalau ada hal-hal yang bisa dibantu atau ada masalah yang dihadapi di sana, silahkan menghubungi saya kapanpun. Tugas KBRI adalah melindungi semua warganya, tentu kami harus membantu adik-adik ini menjalani tugasnya," ujar Dubes Muhammad Najib dalam rilis kepada detikSport.

Sementara itu, Pembina Utama Uni Papua FC Komjen Boy Rafli Amar, menyatakan sepakbola menjadi salah satu wadah penting bagi pembinaan anak-anak untuk menyalurkan bakat, talenta, hobi dan komunitas yang sehat.

Sehingga kepergian Reinhard dan Gasper diharapkan bisa makin meningkatkan kepercayaan diri putra Papua untuk bersaing di level internasional.

"Tujuannya agar anak-anak dapat meraih mimpi-mimpinya dan di sini Uni Papua telah hadir secara konsisten selama 11 tahun dan terus berkelanjutan membina anak-anak," kata Boy Rafli yang juga menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu.

Uni Papua juga lagi menjajaki kemungkinan kerjasama serupa dengan klub Eropa selain Numancia. Rencananya Uni Papua ingin menggandeng akademi klub top Kroasia Dinamo Zagreb.

"Rencananya tahun depan. Ini akan jadi kesempatan bagus untuk anak-anak Indonesia. Kroasia penghasil banyak talenta sepak bola yang bermain di liga-liga top Eropa," papar Boy.

Saat ini Uni Papua FC baru memulai kembali sejumlah kegiatannya, setelah vakum hampir dua tahun imbas pandemi COVID-19. Kegiatan yang dilakukan mencakup pembinaan, pembentukan karakter dan kesehatan mental anak-anak.

Kegiatan pembinaan, pembentukan karakter dan kesehatan mental anak-anak dilakukan cabang-cabang Uni Papua FC yang tersebar di Biak, Wamena, Denpasar, Surabaya, Pontianak, dan Salatiga. Sementara cabang Uni Papua FC di Jakarta terletak di Rusun Flamboyan dan Rusun Cilincing. Satu cabang lainnya berada di Eropa, yaitu Helsinki, Finlandia.

Uni Papua FC adalah organisasi nirlaba yang menggunakan sepakbola sebagai alat untuk sosial inklusi, pembinaan generasi muda, dan kampanye perdamaian. Uni Papua sudah memasuki tahun ke-11.

"Kami tidak akan menyerah oleh keadaan, kita bersama-sama dapat melewati pandemi Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan. Kita terus membina dan membangun generasi masa kini dan masa depan Indonesia melaui sepak bola. We are never surrender," kata Gabriel Edoway selaku Duta Uni Papua FC berusia 16 tahun.

(mrp/pur)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT