Satgas Antimafia Bola di Liga 1 & Liga 2 Cuma Pajangan?

ADVERTISEMENT

Satgas Antimafia Bola di Liga 1 & Liga 2 Cuma Pajangan?

Muhammad Robbani - Sepakbola
Senin, 01 Nov 2021 19:40 WIB
Bali United bertemu dengan PSIS Semarang di laga pekan ke-10 BRI Liga 1. Bermain di Stadion Maguwoharjo, kedua tim bermain imbang tanpa gol hingga usai.
Satgas Antimafia Bola dipertanyakan fungsinya di Liga 1 dan Liga 2. (Foto: Pius Erlangga/detikcom)
Jakarta -

Fungsi Satgas Antimafia Bola yang berdiri di pinggir lapangan sepakbola kini dipertanyakan. Tetapi tindakan pengaturan skor diduga masih saja terjadi.

PSSI kembali bekerja sama dengan Polri yang kemudian membentuk Satgas Antimafia Bola sebagaimana perjanjian yang diumumkan pada 23 Juli lalu. Karena itu, Satgas Antimafia Bola pun kini hadir di laga-laga BRI Liga 1 dan Liga 2 2021.

Hanya saja, kehadiran satgas cenderung diremehkan karena dianggap sebagai pemanis belaka. Buktinya, Liga 2 baru-baru ini kembali digegerkan dengan dugaan pengaturan skor sebagaimana dilaporkan Perserang Serang.

Munculnya isu itu membuat publik makin mempertanyakan fungsi satgas yang dianggap tak bisa berbuat apa-apa. Apalagi mereka terkesan hanya berdiam diri saja tanpa bisa melakukan sesuatu.

Terkait hal tersebut, PT Liga Indonesia Baru (LIB) memberikan penjelasan. Direktur Operasional PT LIB Sudjarno menyebut bahwa kehadiran Satgas Antimafia Bola dikhususkan sebagai langkah preventif ketimbang menindak perilaku match fixing.

"Keberadaan satgas setidaknya membuat shock therapy. Memang ada di situ tetapi dia tidak bisa melakukan apa-apa. Satgas ini merupakan bagian dari preventif atau pencegahan," kata Sudjarno kepada wartawan.

"Analoginya seperti polisi patroli, misalnya niatnya sudah ada. Begitu polisi lewat, tidak jadi dia melakukan kejahatan. Kami hadirkan satgas secara fisik untuk menjadi bagian dalam pencegahan, kira-kira begitu. Menghilangkan niat dan kesempatan," ujarnya menjelaskan.

Selain itu, fungsi satgas juga mengawasi pertandingan. Jika ada tindakan-tindakan yang mengarah ke pengaturan skor, para terduga pelakunya akan dilaporkan ke PSSI maupun kepolisian untuk diselidiki.

Satgas bukan untuk menindak langsung upaya pengaturan skor saat pertandingan berlangsung. Setidaknya, upaya-upaya curang dalam pertandingan bisa diminimalisir.

"Ada sembilan bidang kerja sama dari MOU antara PSSI dengan Mabes Polri. Salah satunya adalah pencegahan dan penindakan mafia bola," tutur Sudjarno.

"Sehingga memang harus ada Satgas Antimafia Bola. Teman-teman melihat semua di Liga 1 dan Liga 2, ada Satgas Antimafia Bola. Itu bagian dari pencegahan," ucapnya.



Simak Video "Surat Perpisahan Luis Enrique setelah Mundur dari Timnas Spanyol"
[Gambas:Video 20detik]
(cas/raw)

ADVERTISEMENT