ADVERTISEMENT

Dituduh Pengaturan Skor, Eks Pelatih Perserang Tuntut Balik Klub?

Muhammad Robbani - Sepakbola
Selasa, 02 Nov 2021 11:50 WIB
Logo Liga 2
Logo Liga 2 (dok Internet)
Jakarta -

Beredar kabar mantan pelatih Perserang Serang Putut Widjanarko menuntut balik klub terkait tuduhan pengaturan skor. Ia merasa nama baiknya tercemar.

Perserang melaporkan Putut Widjanarko bersama lima pemain lainnya ke PSSI pada, Kamis (28/10/2021). Mereka berenam dilaporkan dengan tuduhan pengaturan skor.

Manajer Perserang Babay Karnawi menyatakan telah menyerahkan bukti-bukti keterlibatan mereka ke PSSI. Tak hanya itu, mereka berenam juga dipecat secara tak hormat.

Kini, muncul kabar bahwa Putut Widjanarko menyanggah tuduhan tersebut lewat upaya pembersihan nama baik bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mahkamah Keadilan. Ada lima poin klarifikasi dari pihak LBH.

Pertama, pihak LBH membantah bahwa Putut Widjanarko melakukan pengaturan skor dan menyebut sang pelatih mengundurkan diri karena hasil kurang baik dalam dua laga sebelumnya. Kedua, menuntut permintaan maaf dari pihak Perserang.

Ketiga, jika tidak meminta maaf maka Perserang akan dilaporkan balik ke pihak kepolisian. Keempat, upaya hukum akan ditempuh demi menjaga nama baik Putut Widjanarko sebagai pelatih. Dan kelima, perusak nama baik Putut Widjanarko akan dituntut secara hukum pidana maupun perdata.

Terkait edaran lima poin dari pihak LBH itu, Putut Widjanarko memberikan tanggapan. Ia menyebut bahwa pihaknya masih menunggu situasi.

"Itu masih wacana. Kalau kami bisa menyelesaikan secara kekeluargaan itu lebih baik. Sekarang ini masih belum," kata Putut Widjanarko saat dikonfirmasi detikSport soal edaran LBH Mahkamah Keadilan.

Sebelumnya, pihak klub memang sempat menyatakan sang pelatih mengundurkan diri lewat pengumuman resmi di media sosial. Tak lama setelahnya Putut Widjanarko bersama lima pemain dinyatakan dipecat karena pengaturan skor.

Sementara itu, belum ada kabar lanjutan dari PSSI terhadap laporan Perserang. Sekjen PSSI Yunus Nusi menyebut bahwa federasi sudah menerima bukti-bukti pengaturan skor dari Perserang.

"Bukti bukti sudah kami serahkan ke Komdis dan nanti dipanggil yang pertama melaporkan. Insya Allah nanti dari manajemen Perserang bisa datang ke PSSI untuk melakukan penyelidikan," ujar Yunus Nusi kepada wartawan belum lama ini.

"Buktinya itu hanya chat saja. Kami serahkan ke komdis. Insya Allah secepatnya karena ketua umum (Mochamad Iriawan) meminta kami untuk prioritas karena ini sudah mencoreng sepakbola kita," tuturnya.

"Ketum sudah perintahkan untuk memberikan hukuman maksimal. Maksimalnya kalau sudah terbukti seumur hidup. Ini buat pemain tidak bisa di Indonesia buat semua yang terlibat di dalamnya," ucapnya menegaskan.

(aff/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT