Piala AFF: Aturan FIFA Bikin Marc Klok Tak Bisa Perkuat Timnas Indonesia

Muhammad Robbani - Sepakbola
Minggu, 07 Nov 2021 17:00 WIB
Marc Klok
Piala AFF: Aturan FIFA Bikin Marc Klok Tak Bisa Perkuat Timnas Indonesia (Foto: Dok. Persija)
Jakarta -

Marc Klok dipastikan tak bisa memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2020. Pemain Persib Bandung itu terkendala administrasi perpindahan asosiasi.

Pemain asal Belanda itu sudah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) sejak 12 November 2020. Marc Klok pun sempat dipanggil Pemusatan Latihan (TC) Timnas Indonesia pada pertengahan tahun 2021.

Hanya saja ia kemudian mendadak meninggalkan TC dan tak ambil bagian di sisa Kualifikasi Piala Dunia 2022 yang digelar di Uni Emirat Arab (UEA). Saat itu PSSI menyebut bahwa pemain berposisi gelandang itu hendak menyambut kelahiran anaknya.

Sejak saat itu, Marc Klok tak pernah dipanggil Timnas Indonesia lagi. Terkini, Pelatih Shin Tae-yong juga tak menyertakan Marc Klok untuk TC Timnas Indonesia di Turki.

Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri angkat bicara mengenai hal ini. Diungkapkannya, ada kendala administrasi yang membuat PSSI tak bisa memanggil pemain kelahiran 1993 ke Timnas Indonesia.

"Marc Klok belum bisa berpindah asosiasi (dari KNVB ke PSSI), ini seperti Ezra Walian. Karena menurut FIFA, dia itu tak bisa menunjukkan dokumen keturunan," kata Indra Sjafri kepada wartawan di Training Ground ASIOP, Sentul, Kabupaten Bogor, Minggu (7/11/2021).

"FIFA meminta dokumen (bukti) keturunan (Indonesia). Kami tidak bisa membuktikan, dia juga tidak bisa membuktikan ada dokumen itu. Akhirnya dia harus menunggu 5 tahun tinggal di sini," ujarnya menambahkan.

Perpindahan asosiasi seorang pemain diatur dalam Artikel 7 FIFA tahun 2020. Seorang pemain yang pindah status kewarganegaraan bisa membela negara barunya jika persyaratan.

Beberapa syaratnya adalah; sang pemain lahir di negara asosiasi baru, ibu atau ayah biologisnya lahir negara asosiasi baru, nenek atau kakeknya lahir di negara asosiasi baru yang ingin diperkuatnya.

Atau sang pemain sudah tinggal di negara asosiasi baru selama tiga tahun sejak usia 10 tahun. Tinggal lima tahun di usia antara 10-18 tahun di negara asosiasi baru. Dan terakhir tinggal lima tahun sejak usia 17 tahun di negara asosiasi yang dituju.

Dalam kasus Marc Klok yang tak bisa menunjukkan sebagai keturunan Indonesia, ia bisa mengacu ke syarat yang terakhir. Yakni minimal tinggal lima tahun di Indonesia untuk bisa memperkuat Garuda.

Adapun Marc Klok sudah tinggal dan bekerja di Indonesia sejak memperkuat PSM Makassar mulai April 2017. Itu berarti ia baru bisa memperkuat Timnas Indonesia setelah April 2022.

"Sekarang dia baru menjalani 4 tahun di Indonesia. Kalau tak salah sekitar 7 bulan lagi dia baru bisa dipanggil," ucap Indra Sjafri.

Indra SjafriIndra Sjafri (Foto: Muhammad Robbani/detikSport)

Dengan begitu, eks pemain Oldham Athletic belum bisa tampil di Piala AFF 2020. Turnamen dua tahunan itu akan digelar terpusat di Singapura pada 5 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022.

Adapun Marc Klok mendapat status WNI dipercaya melalui jalur istimewa. Secara aturan negara, sebenarnya ia juga belum bisa menjadi WNI pada November 2020.

Serupa seperti aturan FIFA, Indonesia juga memberi syarat orang asing untuk tinggal minimal 5 tahun untuk bisa menjadi WNI. Hanya saja, Marc Klok saat itu dinaturalisasi untuk kepentingan negara yakni memperkuat Timnas Indonesia.

(aff/cas)