Janji Ketum PSSI: Akomodir Shin Tae-yong soal Naturalisasi Pemain

Muhammad Robbani - Sepakbola
Kamis, 11 Nov 2021 18:35 WIB
PSSI menggelar Kongres Tahunan pertama kalinya di masa pandemi COVID-19, di Hotel Raffles, Jakarta, Sabtu (29/5/2021). Agenda Kongres PSSI yang pertama memaparkan laporan pelaksanaan program PSSI tahun 2020 dan rencana program PSSI tahun 2021. Selain itu juga ada agenda lain seperti pengesahan anggota baru.
Ketim PSSI, Mochamad Iriawan, berjanji akan mengakomodir permintaan Shin Tae-yong menaturalisasi pemain untuk Timnas Indonesia. (Foto: detikcom/Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Ketum PSSI Mochamad Iriawan berjanji akan mengakomodir keinginan Shin Tae-yong memproses naturalisasi pemain keturunan buat Timnas Indonesia.

Iriawan menanggapi pernyataan Shin Tae-yong yang menyebut PSSI tak memproses permintaan sang pelatih. Shin Tae-yong tertarik dengan beberapa pemain keturunan Indonesia yang bermain di luar negeri.

Beberapa tahun ke belakang memang ramai pengakuan pemain-pemain keturunan yang menyatakan minatnya bermain untuk Timnas Indonesia. Beberapa profil besar di antaranya adalah Sandy Walsh, Kevin Diks, dan yang terbaru ada Jordi Amat.

"Nanti saya akan bicara dengan yang bersangkutan (Shin Tae-yong) siapa saja (pemain keturunan) yang dibutuhkan," kata Iriawan kepada wartawan, Rabu (10/11/2021).

"Selama pelatih yang meminta, akan kami akomodir asal pemainnya memenuhi syarat bisa dinaturalisasi atau tidak. Tetapi dia belum berkomunikasi dengan saya," ujar pria yang biasa disapa Iwan Bule itu.

Sebelumnya Shin Tae-yong mengaku sudah mengajukan beberapa nama pemain keturunan. Tapi tak ada yang diproses untuk bisa memperkuat Timnas Indonesia.

Hanya saja Shin Tae-yong enggan mengungkapkan nama pemain keturunan yang ia maksud, apakah termasuk tiga nama di atas atau pemain keturunan lainnya.

"Ada beberapa pemain (keturunan Indonesia) sebenarnya saya inginkan untuk Timnas Indonesia yang sedang bermain di luar negeri. Namun, sampai saat ini, permintaan saya itu tidak diproses. Jadi sangat disayangkan," kata Shin Tae-yong, Selasa (9/10).

"Untuk Jordi Amat saya baru pertama kali mendengar. Untuk itu harus bicara dulu dengan PSSI. Pemain tersebut bukan dinaturalisasi (tanpa darah keturunan) tapi sudah harus punya darah Indonesia. Kalau ada pemain itu mereka pasti bisa perkuat timnas," ucap Shin Tae-yong.

Terlepas dari itu, menaturalisasi pemain keturunan sebenarnya bukan urusan gampang. Sang pemain butuh melalui dua tahapan yakni memenuhi syarat negara dan FIFA.

"Yang boleh dipanggil ke timnas itu orang yang berpaspor Indonesia. Contohnya Elkan Baggott, itu langsung bisa kami panggil. Kalau belum berpaspor Indonesia, wajib jadi WNI dahulu," kata Indra Sjafri kepada wartawan, belum lama ini.

Marc Klok adalah contoh teranyar pemain naturalisasi yang terkendala administrasi. Meski mengaku sebagai keturunan, tapi Marc Klok tak bisa membuktikan dengan dokumen yang valid.

Pemain Persib Bandung sudah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) sejak November 2020. Tetapi belum bisa memperkuat Timnas Indonesia karena tidak diakui oleh FIFA sebagai keturunan orang Indonesia.

Pemain Persib Bandung itu pun tak bisa memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2020. Eks binaan FC Utrecht itu baru akan memperkuat Timnas Indonesia seusai April 2022 dengan status sebagai orang yang lima tahun tinggal di Tanah Air. Bukan sebagai pemain keturunan.

(cas/krs)