PSSI Ingin 'Naturalisasi' Sejumlah Pemain, Menpora Beberkan Syaratnya

Mercy Raya - Sepakbola
Kamis, 18 Nov 2021 17:47 WIB
Logo PSSI
Foto: Amalia Dwi Septi
Jakarta -

Menpora Zainudin Amali siap memfasilitasi keinginan PSSI untuk menjadikan empat pesepakbola berdarah Indonesia resmi jadi WNI. Tentu ada sejumlah catatan yang menyertai.

Hal itu diungkapkan Menpora asal Gorontalo tersebut menyusul adanya permintaan dari pelatih Shin Tae yong untuk bisa memakai empat pemain keturunan Indonesia di timnas.

"Ini sebenarnya tidak bisa disebut naturalisasi. Karena mereka sudah punya darah Indonesia. Jadi saya sudah mengajukan mereka ke Pak Ketum (Mochamad Iriawan)," kata Shin Tae-yong kepada wartawan pada saat itu.

Pengajuan itu boleh jadi untuk memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF. Terlebih, saat ini Timnas masih membutuhkan sekitar lima pemain tambahan dari 25 pemain yang saat ini melakoni pemusatan latihan di Turki.

Lantas apa kata Menpora?

"Terkait pemain keturunan saya belum dapat (informasi) itu dari PSSI dan itu lebih ada jelas ikatannya dengan Indonesia daripada naturalisasi yang tidak ada kaitannya sama sekali. Yang penting mau memilih di sini, di Indonesia," kata Amali dalam jumpa pers virtual, Kamis (18/11/2021).

Kendati usulan tersebut nantinya ada, menteri asal Gorontalo ini menegaskan permintaan harus datang dari federasi cabor, bukan klub seperti yang pernah dilakukan pada masa-masa sebelumnya. "Prosesnya itu ada usulan dari PSSI karena saya tak mau menerima usulan klub supaya ada yang bertanggung jawab," ujarnya.

Selain itu, pengajuan federasi lebih memudahkan pengerjaan Menpora terutama dalam hal kelengkapan administrasinya.

"Misalnya pemain ini ada darah keturunan Indonesia, itu ditelusuri dan harus ada pembuktiannya. Keturunan dari sebelah mana, bapak, ibu, nenek, kakek, saya akan minta itu sehingga tak menyulitkan kita. Kalau itu lebih mudah dan prosesnya akan kami percepat jika dibutuhkan federasi," dia menjelaskan.

Intinya, sebut Amali, pemerintah akan memfasilitasi dan melayani apa yang diinginkan tapi dengan seleksi yang super ketat, termasuk soal usia.

"Kemarin ada kita naturalisasi tapi cuma sebentar dan usia produktifnya sudah lewat. Saya tidak mau itu (terjadi lagi), saya tidak mau berpikir jangka pendek sementara ke depannya kita tak pikirkan akan seperti apa," katanya.

"Okelah dia main di sini, tapi klub luar, tak masalah buat kita. Yang penting begitu dipanggil timnas dia datang. Jadi kalau keturunan, saya minta dibuktikan pendukungnya secara administrasi bahwa dia benar (ada darah Indonesia), supaya begitu dibutuhkan diturunkan tak ada masalah lagi. Dan usia akan saya perhatikan betul," imbuhnya.

Menyoal usia, politikus Golkar ini tak memberikan angka pasti. Namun, ia menekankan si pemain harus bisa bermain dalam jangka waktu yang lama. Tidak cuma setahun dua tahun.

"Kecuali karena cedera itu tak bisa kami hindarkan lagi," dia menegaskan.

(mcy/krs)