Banding Ditolak, PSG Pati Dipastikan Gagal Lolos ke Liga 1

ADVERTISEMENT

Banding Ditolak, PSG Pati Dipastikan Gagal Lolos ke Liga 1

Muhammad Robbani - Sepakbola
Kamis, 18 Nov 2021 23:30 WIB
PSG Pati
Banding ditolak,. PSG Pati dihukum pengurangan poin (Dok. PSG Pati)
Pati -

Komite Banding (Komding) PSSI menolak banding PSG Pati. Klub Liga 2 ini tetap kena hukuman pengurangan poin, sehingga gagal promosi ke Liga 1.

PSG Pati memainkan pemain ilegal yakni I Gede Sukadana pada laga kontra Persis Solo yang berakhir imbang 1-1, pada pekan keenam Liga 2, 3 November lalu. Saat itu Sukadana baru saja didatangkan PSG dari PSMS Medan.

Masalahnya, I Gede Sukadana sedang terkena hukuman Komdis PSSI yakni larangan bermain karena ulahnya pada putaran pertama Liga 2 bersama PSMS. Ia melakukan tekel keras ke pemain Semen Padang dan dikartumerah pada 14 Oktober 2021.

Terkait pelanggaran keras itu, Komdis PSSI pun memberikan larangan bermain sebanyak dua laga kepada I Gede Sukadana. Seharusnya, mantan pemain Bali United itu baru bisa bermain pada pekan ketujuh Liga 2.

Komdis PSSI kemudian menjatuhkan sanksi ke PSG Pati yakni vonis kalah Walk Out (WO) 0-3 dari Persis dan dikurangi 3 poin. Terkait keputusan Komdis itu, PSG Pati pun mengajukan banding.

Tetapi Komding PSSI tak mengabulkan banding dari klub pimpinan Atta Halilintar itu. Sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI pun tetap berlaku. Vonis WO dan pengurangan poin membuat PSG Pati kini cuma mengoleksi 4 poin saja. Sebelum hukuman ini, Zulham Zamrun Cs sudah mengumpulkan 8 poin.

Komdis PSSI dalam rilis terbarunya mengeluarkan lima keputusan terkait PSG Pati yang memainkan I Gede Sukadana. Sementara Komding PSSI memutuskan menguatkan keputusan Komdis PSSI.

"Sebuah kabar yang tentunya menyedihkan untuk PSG Pati yang tengah berjuang untuk dapat lolos ke babak 8 Besar. Namun keputusan ini harus dihormati dan tim harus berjuang lebih keras lagi di dua laga tersisa," kata manajer PSG Pati, Arfan Afif, dalam rilisnya, Kamis (18/11/2021), malam, WIB.

Hal ini disebutnya menjadi sebuah pelajaran berharga bagi tim untuk masa yang akan datang. Arfan berharap kesalahan serupa tak kembali terulang.

Hukuman ini diakui cukup mempengaruhi psikologis pemain. Namun demikian, dia berharap PSG Pati tetap tampil dengan semangat yang tak luntur bahkan harus lebih terlecut lagi pada dua laga terakhir di Grup C Liga 2.

"Peluang untuk ke babak 8 Besar sudah tertutup. Kini tim harus berjuang untuk menjauh dari zona degradasi," ucap Arfan lagi.

Adapun dua laga tersisa yang akan dijalani oleh PSG Pati adalah melawan PSIM Yogyakarta pada 24 November dan melawan Hizbul Wathan pada 30 November.

Keputusan Komite Disiplin PSSI:

1. Menghukum PSG Pati Dinyatakan kalah 0-3 dari Persis Solo saat pertandingan tanggal 3 November 2021
2. Pemotongan 3 (tiga) poin
3. Denda sebesar Rp. 90.000.000 (Sembilan Puluh Juta Rupiah)
4. Semua sanksi pada poin 1,2 dan 3 diatas dilaksanakan pada saat kompetisi yang sekarang sedang berjalan
5. Pengulangan terhadap pelanggaran terkait diatas akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat

Keputusan Komite Banding PSSI, tanggal 15 November 2021

1. Menguatkan Keputusan Komite Disiplin PSSI.

(mrp/nds)