Liga 3 Terindikasi Suap, Menpora Minta Usut Tuntas!

ADVERTISEMENT

Liga 3 Terindikasi Suap, Menpora Minta Usut Tuntas!

Mercy Raya - Sepakbola
Jumat, 19 Nov 2021 12:00 WIB
Menpora Zainudin Amali
Liga 3 Terindikasi Suap, Menpora Minta Usut Tuntas! (Foto: Kemenpora)
Jakarta -

Kompetisi Liga 3 2021 Jawa Timur terindikasi suap. Menpora Zainudin Amali desak PSSI usut tuntas dan hukum berat pelaku!

Kabar indikasi suap berawal dari tim Gresik Putra (Gestra Paranane FA) yang mencuatkan isu dugaan pengaturan skor di Grup B Liga 3 Zona Jawa Timur. Isu indikasi pengaturan skor menyeret peserta lain di grup ini, yakni NZR Sumbersari.

Menpora Zainudin Amali yang mengetahui hal itu mendesak PSSI untuk tetap memberi perhatian kepada Liga 3.

"Liga 1, 2, dan 3 itu tetap berada di bawah koordinasi PSSI, saya tentu berharap PSSI juga memberikan perhatian kepada Liga 3. Sebab, kalau sudah tertutup di Liga 1 dan Liga 2, maka mereka akan ke Liga 3. Bisa jadi itu benar (indikasi suap). Tapi itu harus bisa kita buktikan betul. Jangan sampai orang akhirnya main jadi ketakutan, karena saat dia salah atau apa, kemudian dicurigai ini sudah diatur atau apa oleh pengaturan skor dan sebagainya," kata Amali kepada pewarta tentang apa yang perlu dilakukan PSSI terkait munculnya kasus suap di Liga 3.

Politikus Golkar ini menyadari tak mudah membuktikan kasus tersebut karena teknologi semakin canggih. Sama seperti kasus-kasus sebelumnya diperlukan kerja sama seluruh pihak untuk membongkarnya.

"Nah sekarang penguatan di internal klub, Asprov, Askab, Askot, untuk lebih ditekankan lagi bukan juaranya lagi yang menjadi tujuan kita. Tapi pembinaan supaya mereka bisa menjadi klub yang bagus, bisa naik ke peringkat-peringkat atas dan itu harus dicapai sportivitas. Kita tak boleh capek menyampaikan itu bahwa tujuan kita mengembangkan olahraga ini," dia menjelaskan.

"Yang kedua kita imbau semua menjaga kepercayaan publik. Kan kita pernah ada di masa itu, orang tak mau nonton sepakbola, karena berbagai persoalan yanv melilit itu. Nah, sekarang ini kepercayaan publik sudah mulai tumbuh. Ini yang harus dijaga dan sampaikan stakeholder sepakbola kita untuk jaga sama-sama," tutur Menpora asal Gorontalo ini.

"Yang ketiga, jika benar-benar ada terbukti, hukumannya tidak boleh ringan. Hukuman ringan membuat orang berulang-ulang melakukan itu. Jika hukumannya berat maka saya kira membuat orang berpikir. Kecuali orang nekat ya sudah dia lakukan itu, kemudian karier selesai dan tak berpikir selanjutannya. Hal-hal seperti ini oleh PSSI, Adprov, Adkab, Askot yang menggulirkan liga 3 ini harus menjadi perhatian," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Komite Disiplin PSSI Irjen Pol (Purn) Erwin Tobing mengatakan kasus tersebut akan ditangani oleh Asprov PSSI Jawa Timur dan komdisnya. Namun, ia juga tak lepas tangan.

"Kita kontak, mendengar, dan memberi arahan apa yang harus dilakukan oleh mereka. Kalau ternyata bisa diketahui, mudah-mudahan bisa terungkap, segera kerja sama dengan Polda untuk diusut tuntas," kata Erwin dalam laman PSSI.

(mcy/aff)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT